Secara filosofi, setiap detail dari Si Juhan punya arti sendiri-sendiri.
Ikat kepala atau lomar yang dipakainya, misalnya, melambangkan penghormatan pada tradisi dan integritas moral yang kokoh.
Tangan yang melambai? Itu simbol keramahan dan penyambutan untuk ribuan insan pers yang akan datang.
Ekspresi cerianya menggambarkan karakter pers yang terbuka dan mudah didekati masyarakat.
Ada juga pena dan buku catatan, tentu saja, sebagai perlambang tugas pokoknya: mencatat fakta dan merekam dinamika zaman.
Lalu, perhatikan pula pangsi hitam yang dikenakannya. Itu mewakili kesederhanaan dan kejujuran.
Tas kojanya ibarat ruang untuk menghimpun segala informasi dan aspirasi.
Dan yang nggak kalah penting, kartu pers yang terselip di tas itu adalah simbol identitas sekaligus profesionalisme. Semuanya dirancang untuk merepresentasikan semangat pers yang berakar pada nilai-nilai budaya Banten.
Artikel Terkait
Pengelola Terapkan Sistem Buka-Tutup Rest Area KM 52B untuk Antisipasi Macet Jakarta-Cikampek
Rudal Iran Tembus Pertahanan Udara Israel di Dekat Fasilitas Nuklir Dimona
Rudal Iran Tembus Sistem Davids Sling, Lukai Puluhan di Israel Selatan
Puncak Arus Balik Lebaran di Ketapang-Gilimanuk Diprediksi 26-29 Maret 2026