"Kegiatan ini turut dilengkapi dengan sosialisasi dan edukasi kepada komunitas lokal untuk mendorong perubahan perilaku yang berkelanjutan," imbuhnya.
Ekosistem Pengelolaan Sampah yang Terintegrasi
Lebih dari sekadar aksi pungut sampah, program ini mengelola satu wilayah kerja secara komprehensif. Rangkaian kegiatannya meliputi pemasangan infrastruktur, patroli terjadwal, audit sampah, edukasi, hingga pengolahan material yang terkumpul. Dengan membangun seluruh proses dalam satu ekosistem lokal, BRI berupaya memastikan dampak program lebih mendalam, terukur, dan transparan.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan "Yok Kita Gas" yang digulirkan sejak 2021, BRI telah memperluas jangkauan inisiatif serupa. Program ini telah dilaksanakan di 41 lokasi tersebar di seluruh Indonesia, mencakup pasar tradisional dan permukiman masyarakat.
"Program ini secara nyata telah memberikan dampak bagi masyarakat di berbagai wilayah baik dari sisi sosial, ekonomi, dan lingkungan," tegas Dhanny. "Hal ini sejalan dengan komitmen BRI mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) yang tersirat pada Pilar Pembangunan Sosial, Pilar Pembangunan Ekonomi dan Pilar Pembangunan Lingkungan."
Gerakan Indonesia ASRI, yang diinisiasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, menjadi konteks yang lebih luas dari aksi ini. Gerakan tersebut berfokus pada peningkatan kualitas hidup melalui perbaikan lingkungan dan penguatan partisipasi sosial, dengan keyakinan bahwa pembangunan nasional juga diukur dari terciptanya ruang hidup yang aman, sehat, bersih, dan indah.
Artikel Terkait
Pendiri OnlyFans Leonid Radvinsky Meninggal Dunia Setelah Berjuang Melawan Kanker
Netanyahu dan Trump Bahas Kesepakatan Baru Usai Operasi Militer di Iran
Arsenal Kehilangan Lima Pemain Inti untuk Jeda Internasional Akibat Cedera
Revisi UU Pemda 2026 Dinanti Jadi Momentum Perbaiki Hubungan Pusat-Daerah