Selain sungai, perhatian juga dicurahkan pada sebuah gua yang terletak tak jauh dari lokasi. Kondisi gua yang terus basah menjadi indikasi kuat adanya aliran air bawah tanah. Aliran ini dinilai berpotensi mempercepat proses longsor jika tidak segera diantisipasi.
Untuk itu, rencana penanganan teknis telah disiapkan. "Itu kita akan tutup. Di dekat sungai kita akan bikin tutupan. Di antara gua dan kemudian jalan alternatif kita akan bikin grouting supaya air tidak masuk ke situ dan tidak lari ke sini," tutur Dody.
Dampak dan Upaya Percepatan
Longsoran yang terjadi telah menyebabkan dampak riil bagi masyarakat. Akses transportasi vital yang menghubungkan Blang Mancung di Aceh Tengah dengan Simpang Balik di Bener Meriah terputus total. Ancaman kerusakan juga semakin mendekat ke area perkebunan milik warga, yang menambah urgensi penanganan.
Menyadari tekanan waktu, Menteri Dody Hanggodo menekankan pentingnya kecepatan eksekusi. "Dengan ada beberapa hal yang kita kerjakan harapannya memang ini tidak akan melebar lagi. Makanya saya suruh kerja cepat supaya ini tidak lebih melebar lagi," tegasnya.
Artikel Terkait
Pendiri OnlyFans Leonid Radvinsky Meninggal Dunia Setelah Berjuang Melawan Kanker
Netanyahu dan Trump Bahas Kesepakatan Baru Usai Operasi Militer di Iran
Arsenal Kehilangan Lima Pemain Inti untuk Jeda Internasional Akibat Cedera
Revisi UU Pemda 2026 Dinanti Jadi Momentum Perbaiki Hubungan Pusat-Daerah