Selain sungai, perhatian juga dicurahkan pada sebuah gua yang terletak tak jauh dari lokasi. Kondisi gua yang terus basah menjadi indikasi kuat adanya aliran air bawah tanah. Aliran ini dinilai berpotensi mempercepat proses longsor jika tidak segera diantisipasi.
Untuk itu, rencana penanganan teknis telah disiapkan. "Itu kita akan tutup. Di dekat sungai kita akan bikin tutupan. Di antara gua dan kemudian jalan alternatif kita akan bikin grouting supaya air tidak masuk ke situ dan tidak lari ke sini," tutur Dody.
Dampak dan Upaya Percepatan
Longsoran yang terjadi telah menyebabkan dampak riil bagi masyarakat. Akses transportasi vital yang menghubungkan Blang Mancung di Aceh Tengah dengan Simpang Balik di Bener Meriah terputus total. Ancaman kerusakan juga semakin mendekat ke area perkebunan milik warga, yang menambah urgensi penanganan.
Menyadari tekanan waktu, Menteri Dody Hanggodo menekankan pentingnya kecepatan eksekusi. "Dengan ada beberapa hal yang kita kerjakan harapannya memang ini tidak akan melebar lagi. Makanya saya suruh kerja cepat supaya ini tidak lebih melebar lagi," tegasnya.
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan WFH Satu Hari Seminggu untuk ASN Usai Lebaran
Iran Bantah Klaim Trump Soal Dialog, Sebut Upaya Manipulasi Pasar Minyak
ASDP Siapkan Kapal Khusus Motor Jika Arus Balik di Bakauheni Padat
Arus Balik Lebaran Meningkat 50%, Pengelola Tol Siagakan Rekayasa Lalu Lintas