Di sisi lain, traktat ini juga dilihat sebagai penanda hubungan bilateral yang semakin kokoh. Albanese secara khusus menyoroti peran Presiden Indonesia, Joko Widodo, dalam proses ini. Komitmen pribadi sang presiden untuk memajukan keamanan regional, bahkan global, mendapat apresiasi tinggi dari Albanese.
"Fakta bahwa kita menandatangani perjanjian ini hari ini adalah bukti kepemimpinan kuat Presiden Jokowi dan komitmen pribadinya untuk memajukan keamanan di kawasan kita dan bahkan di seluruh dunia," tegasnya.
Melalui perjanjian ini, posisi Indonesia di mata Australia semakin jelas. Bukan sekadar mitra, melainkan sahabat dekat. Albanese berjanji untuk terus membangun kerja sama yang signifikan di masa depan.
"Seperti yang telah saya katakan, perjanjian ini merupakan perpanjangan signifikan dari kerja sama keamanan dan pertahanan kita yang sudah ada," paparnya.
Ia menutup dengan penekanan pada kedekatan geografis dan politik. "Australia dan Indonesia berbagi salah satu batas maritim terpanjang di dunia, yang secara alami menjadikan kita mitra dekat. Namun hari ini, kita lebih dari sekadar mitra; kita adalah sahabat dekat."
Artikel Terkait
Pesawat Militer Kolombia Jatuh di Perbatasan, Puluhan Tewas
Nintendo Switch 2 Didesain dengan Baterai Mudah Diganti, Respons Aturan Uni Eropa
Jadwal Salat Makassar 24 Maret 2026: Subuh 04.51 WITA, Isya 19.23 WITA
Pengelola Terapkan Sistem Buka-Tutup Rest Area KM 52B untuk Antisipasi Macet Jakarta-Cikampek