"Saya yakin kehadiran Perdana Menteri akan membantu memastikan KTT tersebut menghasilkan capaian yang nyata dalam juga mendorong kerja sama kita di bidang kelautan," jelasnya.
Ia menambahkan, "Kita memahami bahwa laut adalah kepentingan bersama bagi semua negara, apalagi kedua negara kita."
Respon Positif dari Australia
Di sisi lain, Perdana Menteri Anthony Albanese menyambut baik pertemuan bilateral tersebut dan mengucapkan terima kasih atas undangan yang diterimanya. Albanese menilai diskusi antara kedua negara merupakan langkah penting dalam mempererat hubungan yang telah lama terjalin.
"Saya tidak ragu bahwa hubungan antara Australia dan Indonesia akan terus bertambah kuat di tahun-tahun mendatang. Dan bahwa kita akan terus bekerja sama sebagai tetangga, tetapi yang lebih penting sebagai sahabat, untuk terus membangun kawasan yang damai, stabil, dan makmur," ungkapnya.
Komitmen kedua pemimpin ini memperlihatkan arah kerja sama strategis yang semakin mendalam, khususnya dalam mengelola potensi dan tantangan di wilayah lautan yang menghubungkan kedua negara. Penyelenggaraan OIS di Bali pada 2026 diharapkan dapat menjadi momentum penting bagi terciptanya aksi nyata global di sektor kelautan.
Artikel Terkait
Rumah Kosong di Kembangan Hangus Terbakar Usai Pemiliknya Pulang Mudik
Ledakan Rudal Iran Guncang Yerusalem, Satu Orang Terluka
Mendekati 100 Persen, Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi Tinggal di Tenda
One Way Nasional Berlaku di Tol Trans Jawa, dari Salatiga hingga Cikampek