“Presiden memberikan komitmen tegas kepada kami: sebagai founding country, suara Indonesia untuk Palestina tidak akan goyah,” tegas Farah.
“Beliau menekankan stance kita adalah harga mati: The only solution for Palestine is the two-state solution,” imbuhnya.
Prinsip Kehati-hatian dan Kedaulatan Kebijakan
Farah juga menjelaskan bahwa langkah ini dijalankan dengan pendekatan yang sangat berhati-hati. Ia meyakini bahwa Presiden menerapkan strategi ‘wait and see’ untuk memastikan seluruh mekanisme BoP selaras dengan kepentingan nasional dan konstitusi Indonesia.
“Presiden sangat jelas soal ini. Kita wait and see. Selama prinsipnya sejalan, kita lanjut. Namun, beliau menegaskan jika ada hal yang bertentangan dengan prinsip kita, we can exit anytime,” tutur Farah.
Menurutnya, kedaulatan sikap Indonesia tetap menjadi prioritas utama dalam setiap langkah yang diambil.
Dukungan Penuh dari Fraksi PAN
Berdasarkan penjelasan yang diterima, Farah Puteri Nahlia menegaskan dukungan penuh Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) terhadap langkah strategis Presiden Prabowo. Ia menilai penjelasan mendetail dari Presiden telah menjawab berbagai keraguan yang beredar di publik.
“Fraksi PAN memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah strategis yang diambil Presiden Prabowo,” pungkasnya.
“Kami memandang kebijakan ini sebagai wujud nyata komitmen Indonesia dalam menjunjung tinggi perdamaian dan prinsip kemanusiaan yang adil, serta memastikan Indonesia terus berperan aktif dalam ketertiban dunia,” tutup Farah.
Artikel Terkait
Bupati Jember Siapkan Skema WFH ASN untuk Efisiensi Energi dan Anggaran
Pelatih Akrobat di Gang Sempit Penjaringan Bina Anak Raih Prestasi Nasional
Anggota Baleg Usulkan Dana Pensiun Pejabat Dialihkan untuk Guru Honorer dan Nakes
Pemerintah Imbau Pemudik Hindari Tiga Puncak Arus Balik Lebaran 2026