Prabowo Paparkan Dampak Nyata Bergabung dengan Board of Peace untuk Gaza

- Kamis, 05 Februari 2026 | 20:20 WIB
Prabowo Paparkan Dampak Nyata Bergabung dengan Board of Peace untuk Gaza

MURIANETWORK.COM - Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah tokoh, termasuk mantan menteri luar negeri dan pakar hubungan internasional, ke Istana Merdeka untuk membahas kebijakan luar negeri, khususnya langkah Indonesia bergabung dengan Board of Peace (BoP). Pertemuan tertutup yang berlangsung selama tiga jam pada Rabu (4/2) itu dihadiri oleh Kapoksi PAN Komisi I DPR RI, Farah Puteri Nahlia, yang kemudian memberikan apresiasi atas transparansi dan visi strategis yang dipaparkan Presiden.

Apresiasi atas Transparansi dan Visi Strategis

Farah Puteri Nahlia menilai pertemuan tersebut merupakan momentum penting. Dalam forum itu, Presiden Prabowo secara terbuka memaparkan data dan fakta lapangan yang selama ini belum banyak terungkap ke publik. Menurut Farah, penjelasan Presiden mengenai alasan strategis di balik keikutsertaan Indonesia dalam BoP sangat rasional dan dilandasi visi kemanusiaan yang kuat.

“Kami dari Fraksi PAN sangat mengapresiasi transparansi Bapak Presiden. Penjelasan beliau sangat komprehensif dan membuka mata,” ungkapnya dalam keterangan tertulis pada Kamis (5/2/2026).

Farah menambahkan, “Ide Pak Prabowo ini sangat mulia; langkah ini bukan hanya meningkatkan citra Indonesia, tetapi menempatkan kita pada posisi tawar yang nyata sebagai peace mediator yang diperhitungkan dunia.”

Dampak Nyata bagi Kemanusiaan di Gaza

Lebih dari sekadar diplomasi di tingkat tinggi, paparan Presiden juga menyoroti dampak langsung kebijakan ini di lapangan. Farah menjelaskan bahwa Prabowo menekankan bagaimana diplomasi Indonesia berdampak konkret pada keselamatan warga di Gaza. Salah satu poin kunci yang diungkap adalah keberhasilan BoP dalam membuka akses logistik yang sebelumnya terhambat.

“Presiden membeberkan data konkret bahwa sejak krisis memuncak Oktober 2023, baru sekarang, dengan adanya mekanisme BoP, kebutuhan pangan di Gaza benar-benar bisa terpenuhi,” jelas Farah.

“Beliau menyampaikan saat ini ada sekitar 4.200 truk bantuan kemanusiaan (humanitarian aid) per minggu yang berhasil masuk. Ini adalah kemajuan nyata yang disampaikan langsung oleh Presiden,” lanjutnya.

Komitmen Tegas pada Prinsip Dua Negara

Di tengah dinamika geopolitik yang kompleks, Farah menyatakan bahwa Presiden Prabowo memberikan jaminan mutlak mengenai konsistensi posisi prinsipil Indonesia. Bergabung dengan BoP, ditegaskan, justru dimaksudkan untuk memperkuat perjuangan kemerdekaan Palestina, bukan melemahkannya.

“Presiden memberikan komitmen tegas kepada kami: sebagai founding country, suara Indonesia untuk Palestina tidak akan goyah,” tegas Farah.

“Beliau menekankan stance kita adalah harga mati: The only solution for Palestine is the two-state solution,” imbuhnya.

Prinsip Kehati-hatian dan Kedaulatan Kebijakan

Farah juga menjelaskan bahwa langkah ini dijalankan dengan pendekatan yang sangat berhati-hati. Ia meyakini bahwa Presiden menerapkan strategi ‘wait and see’ untuk memastikan seluruh mekanisme BoP selaras dengan kepentingan nasional dan konstitusi Indonesia.

“Presiden sangat jelas soal ini. Kita wait and see. Selama prinsipnya sejalan, kita lanjut. Namun, beliau menegaskan jika ada hal yang bertentangan dengan prinsip kita, we can exit anytime,” tutur Farah.

Menurutnya, kedaulatan sikap Indonesia tetap menjadi prioritas utama dalam setiap langkah yang diambil.

Dukungan Penuh dari Fraksi PAN

Berdasarkan penjelasan yang diterima, Farah Puteri Nahlia menegaskan dukungan penuh Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) terhadap langkah strategis Presiden Prabowo. Ia menilai penjelasan mendetail dari Presiden telah menjawab berbagai keraguan yang beredar di publik.

“Fraksi PAN memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah strategis yang diambil Presiden Prabowo,” pungkasnya.

“Kami memandang kebijakan ini sebagai wujud nyata komitmen Indonesia dalam menjunjung tinggi perdamaian dan prinsip kemanusiaan yang adil, serta memastikan Indonesia terus berperan aktif dalam ketertiban dunia,” tutup Farah.

Komentar