Merespons tekanan publik, pemerintahan Trump melalui kepala otoritas perbatasan, Tom Homan, mengumumkan penarikan "segera" sekitar 700 agen imigrasi federal dari Minnesota. Langkah ini diklaim seiring membaiknya koordinasi dengan otoritas lokal. Namun, operasi secara keseluruhan belum sepenuhnya berakhir. Homan menegaskan bahwa sekitar 2.000 agen lainnya akan tetap bertugas di negara bagian tersebut.
Deportasi Massal Tetap Berjalan
Di balik penarikan sebagian personel dan isyarat pelunakan, kebijakan inti pemerintahan Trump tampaknya tidak berubah. Homan dengan lantang menegaskan bahwa program deportasi massal bagi migran tanpa dokumen akan terus dilanjutkan. Kebijakan yang telah memecahkan rekor selama periode kedua kepresidenan Trump ini disebut tidak akan dihentikan.
"Deportasi massal ada di sini, akan dilakukan, kita sudah memecahkan rekor, dan kita tidak akan berhenti," tegas Homan.
Pernyataan ini sekaligus menggarisbawahi kompleksitas situasi: di satu sisi ada upaya meredakan ketegangan, di sisi lain komitmen pada kebijakan keras tetap dipegang teguh. Perkembangan ini terus diawasi dengan cermat oleh berbagai pihak, dari aktivis hingga pengamat kebijakan, yang mempertanyakan konsistensi dan dampak jangka panjang dari langkah-langkah yang diambil.
Artikel Terkait
Pemkot Yogyakarta Siapkan Uji Coba WFH Setiap Jumat bagi ASN
Tayangan Spesial BTS Puncaki Tangga Lagu Netflix di 77 Negara
Tim Advokasi Desak Puspom TNI Rilis Foto Empat Prajurit Tersangka Penyiraman Aktivis
Harga BBM Nasional Tetap Stabil Meski Konflik Timur Tengak Picu Ketegangan Global