Meski demikian, dari sisi kontribusi terhadap total perekonomian, struktur Banten masih bertumpu pada sektor industri. Industri Pengolahan tetap menjadi andalan dengan kontribusi mencapai 30,48 persen, diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran, serta Konstruksi. Hal ini mencerminkan karakteristik ekonomi Banten yang tetap kuat sebagai basis produksi dan logistik.
Daya Beli dan Ekspor Jadi Penopang
Dari sisi pengeluaran, sinyal pemulihan terlihat merata di semua komponen. Pertumbuhan paling tinggi justru datang dari Total Net Ekspor yang melonjak 11,27 persen, sebuah indikator yang positif bagi daya saing regional. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang mencerminkan investasi juga tumbuh sehat di angka 5,15 persen, sementara Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga tumbuh 4,70 persen, mencerminkan stabilnya daya beli masyarakat.
Pencapaian Nilai Output dan Kesejahteraan
Secara nominal, nilai perekonomian Banten terus mengembang. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada 2025 mencapai Rp936,20 triliun. Dengan pencapaian tersebut, PDRB per kapita provinsi ini berada di angka Rp74,67 juta atau setara dengan US$4.532,45. Angka ini memberikan gambaran mengenai peningkatan output ekonomi secara keseluruhan yang berpotensi berkorelasi dengan peningkatan kesejahteraan.
Secara keseluruhan, data yang dirilis BPS menggambarkan ketahanan ekonomi Banten di tengah berbagai tantangan global. Pertumbuhan yang terdiversifikasi, ditopang oleh sektor tradisional yang solid dan kinerja ekspor yang prima, menjadi fondasi penting bagi stabilitas ekonomi daerah ke depannya.
Artikel Terkait
Danlanud Sultan Hasanuddin Ajak Perkuat Silaturahmi dan Pengabdian di Salat Idulfitri
Wanita Tewas Jatuh dari Lantai Empat Mal di Medan, Polisi Selidiki
Contraflow di Tol Jakarta-Cikampek Dihentikan, Lalu Lintas Kembali Normal
Polri Imbau Masyarakat Utamakan Keselamatan Saat Mudik dan Wisata Lebaran