MURIANETWORK.COM - Sebuah aksi penyerangan brutal oleh sekelompok pemuda bermotor terekam jelas oleh kamera CCTV di Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Minggu (1/2/2026) dini hari. Rekaman yang kemudian viral di media sosial itu menunjukkan dua korban yang berboncengan diserang oleh gerombolan yang datang dari arah berlawanan. Setelah korban kabur menyelamatkan diri, motor mereka dirusak oleh para pelaku. Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, mengonfirmasi kejadian ini dan menyatakan bahwa 12 terduga pelaku, yang mayoritas masih di bawah umur, telah berhasil diamankan.
Kronologi Aksi Penyerangan dari Rekaman CCTV
Rekaman kejadian yang beredar luas itu menggambarkan momen mencekam. Kedua korban yang sedang mengendarai sepeda motor terpaksa menepi setelah berpapasan dengan rombongan pelaku yang jumlahnya cukup banyak. Begitu berhenti, mereka langsung menjadi sasaran serangan. Dalam situasi panik, kedua korban memilih untuk kabur meninggalkan kendaraan mereka demi keselamatan. Sayangnya, motor yang ditinggalkan justru menjadi sasaran amuk para pelaku yang kemudian merusaknya secara beramai-ramai.
Respons Cepat Aparat Kepolisian
Merespons informasi yang beredar, Polres Cimahi segera mengambil langkah investigasi. Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, memberikan penjelasan resmi mengenai perkembangan kasus ini.
"Betul kami sudah terima informasi soal penyerangan di Margaasih yang terjadi pada 1 Februari jam 1 dini hari. Jadi pelaku menyerang korban, yang kabur menyelamatkan diri tapi motornya diambil," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Unit Resmob Satreskrim langsung diturunkan untuk menyelidiki insiden tersebut. Upaya penyidikan yang digeber membuahkan hasil hanya dalam hitungan hari.
"Anggota langsung bergerak menyelidiki penyerangan itu. Hasilnya sudah ada sekitar 12 terduga pelaku yang diamankan, kami masih terus mengembangkan kasus tersebut," ungkap Niko.
Profil Pelaku dan Motif Awal
Dari hasil pemeriksaan sementara, terungkap fakta bahwa sebagian besar dari para terduga pelaku ternyata masih berstatus di bawah umur. Yang menarik, meski modusnya mirip dengan aksi kelompok motor tertentu, polisi menyatakan bahwa mereka tidak terafiliasi dengan kelompok bermotor yang kerap menimbulkan gangguan di wilayah Cimahi dan Bandung Barat. Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa motif kejadian masih dalam pendalaman lebih lanjut untuk memastikan akar permasalahannya.
Pengembangan kasus masih terus dilakukan untuk mengungkap apakah ada faktor pemicu lain di balik aksi spontan yang terekam kamera itu. Kehati-hatian dalam pemeriksaan dan penyampaian informasi ini menunjukkan pendekatan yang komprehensif dari aparat.
Artikel Terkait
Normalisasi Kali Ciliwung Kembali Digiatkan, Pembongkaran Bangunan di Bantaran Dimulai
Pengadilan AS Vonis Seumur Hidup untuk Pelaku Rencana Pembunuhan Donald Trump
MUI Dukung Polri Tetap Langsung di Bawah Presiden, Tolak Wacana Kementerian Khusus
Adies Kadir Janji Netral, Siap Mundur dari Perkara Golkar Usai Dilantik Jadi Hakim MK