Krisis Air Ancam RSUP M. Djamil, Pemerintah Gerak Cepat Bor Sumur Cadangan

- Jumat, 30 Januari 2026 | 14:40 WIB
Krisis Air Ancam RSUP M. Djamil, Pemerintah Gerak Cepat Bor Sumur Cadangan

Krisis air bersih di RSUP M. Djamil Padang sempat mengancam layanan medis. Bayangkan, rumah sakit rujukan utama untuk wilayah tengah Sumatera itu bisa terancam berhenti beroperasi hanya karena persoalan air. Untungnya, situasi genting ini langsung mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.

Merespons hal itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade bersama Menteri PU Dody Hanggodo akhirnya meresmikan dimulainya pengeboran sumur bor di lokasi rumah sakit. Acara peresmian itu sendiri dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, mulai dari Gubernur Sumbar Mahyeldi, Wali Kota Padang Fadly Amran, hingga jajaran Kementerian PU setempat. Tak ketinggalan, Direktur Medik dan Kependidikan RSUP M. Djamil, Bestari Jaka Budiman, yang saat ini menjabat Plh. Direktur Utama, juga hadir menyaksikan.

Dalam pernyataannya, Menteri Dody Hanggodo menegaskan bahwa penyediaan air bersih untuk fasilitas kesehatan adalah perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Intinya, pemerintah tidak boleh menambah beban masyarakat, apalagi di sektor vital seperti kesehatan.

“Arahan Presiden jelas, jangan sampai pemerintah justru menyulitkan masyarakat. Penyediaan air bersih, khususnya untuk rumah sakit, adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda,” tegas Dody, Jumat lalu.

Di sisi lain, Andre Rosiade membeberkan alasan di balik pembangunan sumur bor sedalam 120 meter itu. RSUP M. Djamil, menurutnya, kerap mengalami gangguan pasokan air, terutama saat bencana melanda. Padahal, rumah sakit ini punya tanggung jawab besar, melayani pasien rujukan dari Sumbar, Bengkulu, Jambi, bahkan sebagian Sumut.

“RSUP M Djamil menangani lebih dari 20 operasi besar setiap hari. Kalau air terganggu, layanan medis bisa terancam. Karena itu, hari ini Pak Menteri mengakomodasi permintaan rumah sakit dengan membangun sumur bor sebagai sumber air cadangan,” papar Andre.

Nah, sumur bor ini rupanya bukan satu-satunya solusi. Andre menyebut Kementerian PU juga akan menyiapkan pendukung lain, seperti tangki reservoir, sistem pompa, hingga pembangkit listrik tenaga surya. Tujuannya satu: memastikan pasokan air tetap jalan meski dalam kondisi darurat sekalipun.

Lebih jauh, politikus Gerindra ini juga menyinggung komitmen Presiden Prabowo untuk membangun kembali Sumatera Barat. Anggaran yang disiapkan tidak main-main, mencapai Rp 18,9 triliun melalui Kementerian PU.

“Ini bukan janji kosong. Anggaran hampir Rp 19 triliun disiapkan untuk membangun kembali Sumatera Barat. Ini bukti keseriusan dan keberpihakan Presiden kepada masyarakat Sumatera Barat,” tuturnya.


Halaman:

Komentar