Banjir di Serang Belum Surut, 149 Warga Terus Mengungsi Hampir Sebulan

- Kamis, 05 Februari 2026 | 14:25 WIB
Banjir di Serang Belum Surut, 149 Warga Terus Mengungsi Hampir Sebulan

MURIANETWORK.COM - Sebanyak 149 jiwa dari 29 kepala keluarga di Kampung Kuranji, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, terpaksa meninggalkan rumah mereka. Hampir sebulan lamanya, mereka menghuni tempat pengungsian setelah banjir yang dipicu hujan lebat dan luapan sungai terus menggenangi permukiman warga.

Banjir Masih Menggenang, Warga Bertahan di Pengungsian

Berdasarkan pantauan terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang pada Kamis (4/2/2026), kondisi banjir di Kampung Kuranji, Desa Cakung, belum juga surut. Genangan air bahkan dilaporkan mengalami kenaikan, memperpanjang masa pengungsian puluhan keluarga tersebut.

Data yang dihimpun petugas di lapangan mencatat, sebanyak 29 kepala keluarga atau setara dengan 149 jiwa masih tercatat sebagai pengungsi. Situasi ini menggambarkan betapa dampak bencana ini telah mengubah kehidupan warga dalam waktu yang cukup panjang.

Ketinggian Air Kembali Meningkat

Kondisi semakin sulit dengan adanya laporan kenaikan tinggi muka air. BPBD Kabupaten Serang menyatakan bahwa genangan banjir di lokasi terdampak kembali mengalami peningkatan.

"Tinggi muka air (TMA) banjir di Kampung Kuranji, Desa Cakung, Kecamatan Binuang, kembali naik antara 5 hingga 50 sentimeter," tulis BPBD dalam rilis resminya.

Penyebab dan Analisis Kondisi

Badan penanggulangan bencana setempat mengidentifikasi penyebab utama banjir yang berkepanjangan ini. Faktor cuaca ekstrem menjadi pemicu utamanya.

"Hujan sedang hingga lebat dengan intensitas tinggi, luapan sungai, dan disertai angin kencang mengakibatkan banjir," jelasnya.

Analisis ini sejalan dengan pengamatan yang disampaikan oleh anggota DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Muhibbin. Saat meninjau lokasi, politisi dari Fraksi Gerindra itu menyoroti peningkatan signifikan curah hujan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Di Kampung Kuranji, Kecamatan Binuang, warga sudah hampir sebulan mengungsi. Banjir terjadi karena curah hujan saat ini debitnya hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya," ungkapnya.

Penanganan Logistik dan Kondisi Pengungsi

Di tengah situasi yang belum pasti, upaya penanganan terus dilakukan. Ahmad Muhibbin menyatakan bahwa pihaknya telah memastikan kondisi dan kebutuhan dasar para pengungsi.

"Penanganan relatif baik, insyaallah logistik tercukupi," tambahnya, menyampaikan optimisme bahwa pasokan bantuan untuk warga yang terdampak dapat terus berjalan.

Meski demikian, lamanya waktu pengungsian yang hampir mencapai satu bulan menunjukkan kompleksitas penanganan banjir di daerah tersebut. Warga masih menantikan surutnya genangan air untuk dapat kembali ke rumah dan memulai proses pemulihan.

Komentar