Pertemuan itu pun berkembang menjadi pembicaraan yang lebih luas. Megawati melihat bencana di Sumatera bukan sebagai peristiwa yang terisolasi, melainkan bagian dari dampak nyata perubahan iklim yang mengancam berbagai belahan dunia.
Zuhairi Misrawi, Duta Besar RI untuk Tunisia yang turut mendampingi, menjelaskan bahwa Megawati secara khusus menyoroti urgensi masalah ini. "Ibu Megawati menyampaikan problem serius perihal perubahan iklim. Beliau menceritakan perbincangannya bersama Paus Fransiskus mengenai keseriusan dunia internasional dalam masalah ini, karena dampaknya sangat nyata bagi peradaban kemanusiaan," ungkapnya.
Komitmen Bersama Menghadapi Perubahan Iklim
Berdasarkan penjelasan dari pihak pendamping, dalam kesempatan itu Megawati secara langsung mengajak Putra Mahkota UEA untuk bersama-sama memperkuat suara internasional dalam aksi penanganan iklim. Ajakan ini disambut dengan sikap yang konstruktif.
Sheikh Khaled dilaporkan menyambut positif gagasan tersebut dan menegaskan komitmen negaranya untuk turut serta dalam upaya global menghadapi ancaman perubahan iklim. Respons ini menunjukkan titik temu kedua pihak dalam melihat isu lingkungan tidak hanya sebagai tanggung jawab nasional, tetapi juga kolaborasi internasional.
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 285 Ribu Kendaraan Diproyeksi Masuk Jabodetabek
Arus Mudik Lebaran 2026 Melonjak 130% di Gerbang Tol Cikampek Utama
Plt Sekretaris DPRD Blora Akui Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran
Iran Ancam Tutup Selat Hormuz dan Serang Israel Balas Ultimatum Trump