Lebih dari sekadar kebanggaan pribadi, Zuhairi menekankan bahwa kemenangan NU dan Muhammadiyah dalam ajang tersebut merupakan sebuah tonggak sejarah. Peristiwa ini, dalam pandangannya, menjadi pengakuan internasional yang nyata terhadap karakter Islam Indonesia yang dikenal moderat, toleran, dan membawa perdamaian. Capaian ini dinilai bukanlah sesuatu yang terjadi secara instan, melainkan buah dari perjalanan panjang dakwah dan kerja sosial kedua ormas tersebut di akar rumput.
Dampak Diplomatik yang Signifikan
Di balik makna simbolisnya, keterlibatan tokoh nasional seperti Megawati dalam dewan juri serta penghargaan untuk organisasi masyarakat sipil Indonesia dinilai memiliki dampak diplomatik yang konkret. Zuhairi melihat momen ini sebagai peluang untuk semakin mempererat hubungan bilateral yang sudah terjalin baik antara Indonesia dan Uni Emirat Arab.
"Penghargaan ini tidak hanya mampu mengenalkan Islam Indonesia ke dunia, melainkan juga dapat memperkokoh hubungan bilateral Indonesia-UAE yang selama ini sudah terjalin sangat baik," jelasnya.
Dengan demikian, pertemuan di istana yang megah itu tidak hanya membahas kebanggaan atas sebuah penghargaan, tetapi juga menyentuh aspek strategis diplomasi budaya dan agama yang dapat memperkuat posisi Indonesia di panggung global.
Artikel Terkait
Trump Klaim AS Akan Ambil Sendiri Uranium Iran Jika Ada Kesepakatan
Gary Pallister: Carrick Layak Dipermanenkan Jika Bawa MU ke Liga Champions
Polisi Intensifkan Patroli di Permukiman Sepi Cengkareng Cegah Pencurian Saat Mudik
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 285 Ribu Kendaraan Diproyeksi Masuk Jabodetabek