O'Donnell tak memberikan rincian lebih jauh. Namun begitu, langkah ini jelas ingin menunjukkan keseriusan aliansi tersebut.
Krisis yang dipicu Trump bulan lalu benar-benar mengguncang NATO. Dengan gaya yang sulit ditebak, ia sempat menyatakan minat untuk mengambil alih Greenland wilayah otonomi Denmark yang terletak di Arktik. Ancaman itu kemudian ditarik kembali, setelah Trump mengklaim telah mendapat kesepakatan kerangka kerja dengan Sekjen NATO Mark Rutte. Intinya, pengaruh AS di kawasan itu harus lebih besar.
Nah, di sisi lain, ancaman dari Rusia dan China yang kerap disebut-sebut Trump jadi alasan pembenar. Aliansi pertahanan Barat itu pun akhirnya memutuskan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehadirannya di kawasan kutub yang semakin panas ini. Bukan cuma secara harfiah, tapi juga secara geopolitik.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Ekspor Mineral Kritis ke AS Wajib Olah Dalam Negeri
Pemkab Sukoharjo Beri Pembinaan ke Kades yang Tak Izinkan Salat Id Lebih Dulu
Korlantas Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret 2026
Lille Kalahkan Marseille 2-1 di Velodrome, Persaingan Papan Atas Ligue 1 Makin Ketat