O'Donnell tak memberikan rincian lebih jauh. Namun begitu, langkah ini jelas ingin menunjukkan keseriusan aliansi tersebut.
Krisis yang dipicu Trump bulan lalu benar-benar mengguncang NATO. Dengan gaya yang sulit ditebak, ia sempat menyatakan minat untuk mengambil alih Greenland wilayah otonomi Denmark yang terletak di Arktik. Ancaman itu kemudian ditarik kembali, setelah Trump mengklaim telah mendapat kesepakatan kerangka kerja dengan Sekjen NATO Mark Rutte. Intinya, pengaruh AS di kawasan itu harus lebih besar.
Nah, di sisi lain, ancaman dari Rusia dan China yang kerap disebut-sebut Trump jadi alasan pembenar. Aliansi pertahanan Barat itu pun akhirnya memutuskan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehadirannya di kawasan kutub yang semakin panas ini. Bukan cuma secara harfiah, tapi juga secara geopolitik.
Artikel Terkait
Delapan Ruas Utama Jakarta Siap Dialihkan Sambut PM Australia
Kemenimipas Siapkan 2.460 Titik Kerja Sosial Gantikan Jeruji Besi
BRI Pacu UMKM Naik Kelas Lewat Program Klaster Usaha
Trump Kritik Ekspresi Wartawati Saat Ditanya Soal Kasus Epstein