"Saya akan memerintahkan untuk rumah-rumah susun baru atau rumah-rumah baru yang dibangun oleh Pemerintah DKI Jakarta sudah tidak boleh lagi pakai seng," ujarnya dengan nada pasti.
Di sisi lain, Pramono juga mengakui satu hal. Penggunaan atap seng di Ibu Kota sebenarnya sudah jauh berkurang. Jumlahnya tak terlalu banyak lagi. Namun begitu, langkah ini tetap penting. Tujuannya jelas: memastikan hunian yang dibangun ke depan lebih tertata, lebih layak, dan tentu saja, lebih manusiawi untuk ditinggali.
"Memang di Jakarta yang memanfaatkan seng itu sebenarnya tidak terlalu banyak," katanya merinci.
Jadi, meski skalanya mungkin tak masif, perubahan ini tetap punya makna simbolis yang kuat. Sebuah sinyal bahwa standar pembangunan perumahan rakyat harus ditingkatkan, dimulai dari hal-hal mendasar seperti bahan atap.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Ekspor Mineral Kritis ke AS Wajib Olah Dalam Negeri
Pemkab Sukoharjo Beri Pembinaan ke Kades yang Tak Izinkan Salat Id Lebih Dulu
Korlantas Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret 2026
Lille Kalahkan Marseille 2-1 di Velodrome, Persaingan Papan Atas Ligue 1 Makin Ketat