"Saya akan memerintahkan untuk rumah-rumah susun baru atau rumah-rumah baru yang dibangun oleh Pemerintah DKI Jakarta sudah tidak boleh lagi pakai seng," ujarnya dengan nada pasti.
Di sisi lain, Pramono juga mengakui satu hal. Penggunaan atap seng di Ibu Kota sebenarnya sudah jauh berkurang. Jumlahnya tak terlalu banyak lagi. Namun begitu, langkah ini tetap penting. Tujuannya jelas: memastikan hunian yang dibangun ke depan lebih tertata, lebih layak, dan tentu saja, lebih manusiawi untuk ditinggali.
"Memang di Jakarta yang memanfaatkan seng itu sebenarnya tidak terlalu banyak," katanya merinci.
Jadi, meski skalanya mungkin tak masif, perubahan ini tetap punya makna simbolis yang kuat. Sebuah sinyal bahwa standar pembangunan perumahan rakyat harus ditingkatkan, dimulai dari hal-hal mendasar seperti bahan atap.
Artikel Terkait
Prabowo Soroti Hilangnya Rumah Radio Bung Tomo, Ahli Sebut Keteledoran Kolektif
Dendam dan Ideologi Ekstrem: Siswa SMP Kubu Raya Lempar Bom Molotov di Sekolah
KPK Bergerak Cepat: OTT Bea Cukai Jakarta dan Banjarmasin Digelar Serentak
Ibu Kandung Habib Bahar Laporkan Istri Korban ke Polres Bogor