Jakarta macet total, lagi. Hujan yang mengguyur Kamis malam (22/1) bukan cuma bikin basah, tapi juga menggenangi jalan-jalan utama hingga lalu lintas lumpuh berjam-jam. Dari pantauan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, ada tiga titik yang paling parah dampaknya, bikin kendaraan antre panjang.
Menurut Kombes Pol Komarudin, Dirlantas Polda Metro Jaya, genangan air di akses-akses vital itulah biang keladinya. "Beberapa ruas saat ini terjadi kepadatan yang cukup luar biasa," ujarnya, Kamis malam.
"Terutama tiga titik terparah," lanjut Komarudin.
Pertama, di Panjaitan, Cawang, mengarah ke utara. Meski sekitar pukul setengah delapan malam empat lajur sudah bisa dilewati, genangan walau dikatakan sedikit masih ada. Situasinya masih terus dipantau.
Nah, titik kedua yang bikin pusing ada di Mampang. Coba bayangkan, air menggenang setinggi kurang lebih 30 sentimeter! Genangan seukuran betis orang dewasa ini langsung memacetkan arus dari berbagai penjuru, khususnya di sekitar Kuningan.
"Jadi itu membuat menyumbat kendaraan yang dari arah timur, dari arah Pancoran mau ke barat itu tersumbat di Kuningan. Termasuk yang dari arah Semanggi mau ke timur juga tertahan di Kuningan," jelas Komarudin.
Untuk mengatasinya, polisi turun tangan langsung. Traffic light dioperasikan secara manual dengan sistem buka-tutup agar kendaraan bisa bergerak sedikit demi sedikit.
Lalu, titik kritis ketiga ada di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. Di sini, air sebenarnya sudah mulai surut. Tapi, ya itu, banyak pengendara yang ogah-ogahan menerobos. Mereka ragu karena sisa genangan masih terpantau cukup dalam, kira-kira 20 sampai 30 cm.
Gak cuma tiga lokasi itu, wilayah Jakarta Selatan juga ikutan ketiban getah. Antrean merambat di kawasan Pattimura menuju Antasari. Pemicunya? Ternyata genangan di akses menuju Kemang sisi barat. Padahal, Kemang sendiri dilaporkan aman-aman saja.
"Sehingga terdampak ke akses yang mau ke Antasari," kata Komarudin.
Dampak berantainya luas. Kemacetan parah di Kuningan itu seperti efek domino, merembet sampai ke Semanggi dan Jalan Jenderal Sudirman. Titik tersempit atau bottleneck di sekitar keluaran underpass jadi puncak masalahnya, karena di situlah banjirnya berkumpul.
"Karena memang di situ titik banjirnya persis di bottleneck keluaran underpass itu, yang dari bawah, yang titik banjir ada di situ," jelasnya.
Ditanya soal fokus penanganan, Komarudin menegaskan ketiga titik awal tadi Cawang, Mampang, Daan Mogot adalah prioritas. Memang di tempat lain juga ada genangan, tapi masih bisa dilintasi walau dengan kecepatan sangat lambat. Ketiga titik itulah yang sempat membuat kendaraan benar-benar berhenti total.
Untuk mengurai kemacetan yang sudah terlanjur parah ini, seluruh personel lalu lintas dikerahkan. Mereka akan tetap siaga di lapangan. Pengaturan manual juga terus dilakukan di titik-titik prioritas.
"Masih, personel kita masih di lapangan semua. Saat ini bahkan kita sudah lakukan penebalan," tegas Komarudin.
"Traffic light itu yang di Kuningan, kita manualkan. Termasuk juga yang di Cawang... Karena memang saat ini genangan sudah mulai surut, tinggal volumenya yang kita prioritaskan, tarikan dari ekor yang paling padat," tutupnya menerangkan strategi.
Jadi, begitulah situasinya. Hujan berjam-jam, genangan di mana-mana, dan jalanan ibukota kembali berubah menjadi tempat parkir berjalan. Warga yang terjebak di jalan hanya bisa bersabar, menunggu air surut dan lalu lintas mulai bergerak.
Artikel Terkait
Kemenhub Gelar Sidak ke Pool Green SM di Bekasi Usai Kecelakaan KRL, Temukan Sejumlah Pelanggaran Keselamatan
Harga Emas Antam Turun Rp30.000 per Gram, Kini Rp2.784.000
40 Pimpinan Ormas Islam Beri Dukungan Moral ke Jusuf Kalla yang Dilaporkan atas Tuduhan Penistaan Agama
Al Hilal Kalahkan Damac 1-0, Milinkovic-Savic Jadi Pahlawan Kemenangan