Tanggal 4 Februari bukan sekadar tanggal di kalender. Setiap tahun, hari itu menjadi momen penting bagi dunia untuk berhenti sejenak dan memusatkan perhatian pada kanker. Ya, itulah Hari Kanker Sedunia atau World Cancer Day. Intinya, hari ini dirayakan untuk mengingatkan kita semua tentang pentingnya pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan penyakit yang satu ini.
Lalu, bagaimana awal mulanya? Ternyata, tonggak sejarahnya dimulai oleh Union for International Cancer Control (UICC) di tahun 2008. Organisasi yang berbasis di Jenewa ini punya misi besar: mengurangi beban penyakit dan angka kematian akibat kanker secara signifikan. Mereka tak main-main. WHO sendiri mencatat kanker sebagai salah satu penyebab kematian utama secara global.
Namun begitu, benih peringatan ini sudah ditanam lebih awal. Semuanya berawal dari KTT Dunia Melawan Kanker pertama di tahun 2000, yang digelar di Paris. Acara itu cukup bersejarah. Para pemimpin pemerintahan dan organisasi kanker dari berbagai penjuru dunia berkumpul di sana.
Hasil pertemuan itu melahirkan sebuah dokumen penting bernama ‘Piagam Paris Melawan Kanker’. Piagam yang terdiri dari 10 pasal itu berisi komitmen kolektif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Mereka juga sepakat untuk mendorong lebih banyak investasi di bidang penelitian dan pengobatan. Nah, di pasal terakhirnyalah, Pasal X, tanggal 4 Februari secara resmi ditetapkan sebagai Hari Kanker Sedunia.
Artikel Terkait
Perundingan Nuklir AS-Iran Mendadak Pindah ke Oman
Gentengisasi: Dari Atap Rumah Hingga Kesehatan Bangsa
Subuh Mencekam di Cilandak, Angkot Jaklingko Tewaskan Pengendara Motor
Kapolri Kenang Pesan Terakhir Eyang Meri: Tolong Jaga Institusi Polri