Hujan deras yang tak henti-hentinya mengguyur kawasan itu akhirnya memicu bencana. Di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Tegal, tanah mulai bergerak pelan namun pasti. Akibatnya, puluhan bangunan warga rusak. Bukan cuma rumah, tapi juga pondok pesantren dan fasilitas umum lainnya ikut menjadi korban.
Menurut M Wisnu Imam dari Satgas BPBD Kabupaten Tegal, kejadiannya mulai terasa Minggu lalu. Tapi puncaknya hari Senin, 2 Februari, saat pergerakan tanah itu semakin parah dan meluas.
"Jumlah sementara ada 104 rumah yang rusak. Kejadian mulai Minggu dan tanah terus gerak hari Senin sudah parah," jelasnya.
Dampaknya sungguh luas. Sekitar 150 kepala keluarga atau setara dengan 470 jiwa harus merasakan akibatnya. Kawasan yang terdampak tersebar di beberapa Rukun Warga, mulai dari RW 02, 03, hingga 04, termasuk juga di Dukuh Tigasari dan Padareka. Pemandangannya memilukan retakan tanah menganga, dinding-dinding rumah reyap, dan jalanan terputus.
Artikel Terkait
Utang Tak Dibayar, Pria Sidoarjo Dijemput Paksa dan Dianiaya Massa
Di Balik Canda Purnabakti Arief Hidayat: Kisah Ajakan yang Mengubah Takdirnya di MK
Ketua Komisi VII Soroti Menteri Pariwisata: Jawaban Harusnya di Rapat, Bukan di Medsos
Ribuan Cacahan Uang Serbu TPA Liar di Bekasi, Asal-Usulnya Masih Misteri