"Jadi, maksudnya tidak ada perbedaan," lanjut Megawati. "Baik itu laki-laki, perempuan, tua, muda, anak, miskin, atau kaya."
Di sisi lain, Megawati juga menyelipkan cerita unik. Ia mengenalkan panggilan 'Bung' yang melekat pada ayahnya, Soekarno. Bagi yang belum tahu, panggilan ini punya makna mendalam. Bukan sekadar kata.
"Rakyat memanggil presiden pertama bukannya dengan 'Yang Mulia'," katanya. Mereka justru memilih sebutan yang akrab: 'Bung'.
Kata 'Bung', dalam penjelasannya, punya kekuatan meruntuhkan sekat. Ia menghilangkan rasa kaku dan hierarki. Itu sebabnya, sebutan Bung Karno justru terasa lebih bermartabat karena mengandung kesetaraan.
"Sehingga kami sudah terbiasa memanggil presiden pertama yaitu Bung Karno," tutup Megawati, mengakhiri paparannya di forum internasional itu.
Artikel Terkait
DPRD Se-Indonesia Protes Pemotongan Dana Transfer ke Daerah
Megawati Bicara di Abu Dhabi: Gotong Royong Kunci Redam Konflik Horizontal
Megawati: Perempuan Tak Perlu Terjebak Dilema Palsu antara Rumah dan Masyarakat
Megawati: Perempuan Tak Perlu Terjebak Pilihan antara Rumah dan Masyarakat