Masih ada beberapa biro travel yang tampaknya enggan bicara blak-blakan. Mereka ragu, atau mungkin takut, untuk mengungkap soal aliran uang ke sejumlah oknum di Kementerian Agama. Begitulah gambaran yang muncul dari penyelidikan KPK dalam kasus korupsi kuota haji 2023-2024. Tak cuma soal itu, beberapa biro juga dianggap masih setengah-setengah menceritakan praktik jual beli kuota haji yang marak terjadi.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengakuinya. Dari gedung KPK di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2026) lalu, dia menjelaskan apa yang dilihat penyidik.
Budi menerangkan, penyidik sebenarnya ingin mendapatkan penjelasan yang rinci dari tiap biro travel. Berapa jumlahnya? Itu yang perlu diungkap agar semuanya jadi terang benderang. Informasi ini bukan cuma untuk KPK, tapi juga buat BPK yang sedang menghitung kerugian negara.
Kasus ini memang sedang panas. KPK telah memanggil sejumlah saksi dari kalangan biro travel, menyusul penetapan mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka. Mereka yang diperiksa antara lain Supratman Abdul Rahman (Direktur PT Sindo Wisata Travel), Boyke Abidin (Direktur Utama PT Balda Citra Mandiri), Muchammad Romly (Direktur PT Cahya Madina Travel), Rini Indriani (Direktur PT Starindo Mitradasa Cipta), dan Ulfah Izzati (Komisaris PT Gema Shafa Marwa Tours.
Artikel Terkait
Pendiri OnlyFans Leonid Radvinsky Meninggal Dunia Setelah Berjuang Melawan Kanker
Netanyahu dan Trump Bahas Kesepakatan Baru Usai Operasi Militer di Iran
Arsenal Kehilangan Lima Pemain Inti untuk Jeda Internasional Akibat Cedera
Revisi UU Pemda 2026 Dinanti Jadi Momentum Perbaiki Hubungan Pusat-Daerah