Isu yang beredar soal pemadaman alat pemantau udara di sekitar RDF Plant Rorotan, Cilincing, langsung dibantah tegas oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Menurut mereka, kabar itu sama sekali tidak benar. Alat-alat itu tetap menyala dan bekerja.
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Asep Kuswanto, sang Kepala DLH DKI, memberi penjelasan. Sistem Pemantau Kualitas Udara atau SPKU itu sedang dalam proses uji kolokasi. Intinya, alat-alat sensor itu sedang dikalibrasi di lapangan. Tujuannya sederhana: memastikan data yang nanti dikeluarkan akurat dan bisa diandalkan, terutama soal kualitas udara dan tingkat kebauan.
"Tidak ada pemadaman atau penghentian pemantauan. Yang dilakukan adalah proses kalibrasi lapangan agar sensor membaca kondisi lingkungan secara tepat dan tidak menimbulkan salah tafsir terhadap data mentah,"
kata Asep dalam keterangannya, Senin (2/2/2026).
Menurut Asep, uji semacam ini adalah hal yang wajar. Apalagi untuk teknologi pemantauan baru. Proses kalibrasi membantu mengidentifikasi apakah ada bias pada sensor karena pengaruh lingkungan sekitar kawasan pesisir seperti Rorotan punya karakteristik sendiri yang perlu dipertimbangkan.
Artikel Terkait
Silaturahmi Idulfitri: JK, Anies, dan Mahfud Satu Saf Salat di Al Azhar
Kemacetan Panjang Landa Tol Jagorawi, Volume Kendaraan Meningkat Jadi Pemicu
Jakarta Lenggang, Perjalanan Depok-Jakarta Hanya 20 Menit Saat Gelombang Mudik
Presiden Prabowo Gelar Open House di Istana, Menteri Dilarang Wajibkan Halalbihalal