Di sisi lain, komitmen Jokowi yang disebut “habis-habisan” dan “mati-matian” itu rupanya memberi dampak nyata. Menurut Ariyo, semangat para kader langsung terpompa. Atmosfer rakernas berubah jadi begitu membara saat mantan presiden itu berpidato.
“Sosok yang paling disayang dan dirindukan kader PSI itu menyampaikan dukungannya secara langsung. Itu bukan cuma pernyataan politik biasa,” lanjut Ariyo.
Baginya, kata-kata Jokowi telah menjadi semacam amunisi moral. Sebuah energi kolektif yang mendorong kader untuk segera turun ke lapangan dan mengeksekusi semua keputusan rakernas. Tantangan menanti di depan, tapi semangat mereka tampaknya sedang di titik tinggi.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka