Di sisi lain, komitmen Jokowi yang disebut “habis-habisan” dan “mati-matian” itu rupanya memberi dampak nyata. Menurut Ariyo, semangat para kader langsung terpompa. Atmosfer rakernas berubah jadi begitu membara saat mantan presiden itu berpidato.
“Sosok yang paling disayang dan dirindukan kader PSI itu menyampaikan dukungannya secara langsung. Itu bukan cuma pernyataan politik biasa,” lanjut Ariyo.
Baginya, kata-kata Jokowi telah menjadi semacam amunisi moral. Sebuah energi kolektif yang mendorong kader untuk segera turun ke lapangan dan mengeksekusi semua keputusan rakernas. Tantangan menanti di depan, tapi semangat mereka tampaknya sedang di titik tinggi.
Artikel Terkait
Prabowo Buka Rakornas 2026, Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Hakim Kutip Deklarasi Kemerdekaan, Perintahkan Pembebasan Anak 5 Tahun dari Penahanan Imigrasi
Wakapolda Metro Jaya Tekankan Pelayanan Humanis ke Personel Lalu Lintas
Susi Pudjiastuti Sidak ke Kantor Seskab, Bawa Cokelat dan Candaan