Ia sudah turun langsung meninjau kesiapan di wilayah terdampak. Tujuannya sederhana: memastikan masyarakat dapat penanganan yang cepat. Dari pantauannya, penguatan sarana fisik dan alat kesehatan masih jadi kebutuhan yang mendesak dan tidak bisa ditunda-tunda.
Di sisi lain, Ade menekankan bahwa dukungan kebijakan dan anggaran adalah kunci. Ia bilang, Komisi IX membuka ruang bagi pemda untuk mengajukan usulan pembiayaan. Bisa lewat APBN, atau skema pendanaan lain yang memungkinkan. Intinya, daerah rawan bencana seperti ini harus diprioritaskan.
Ia juga mendukung penuh rencana Pemkab setempat. Rencananya, bakal dibangun RSUD baru di kawasan Sungai Limau. Pembangunan ini dinilai strategis banget. Selama ini, banyak warga yang terkendala jarak dan waktu tempuh yang lama untuk sampai ke rumah sakit rujukan. Kehadiran rumah sakit baru diharapkan bisa memperluas akses secara signifikan.
Lebih dari sekadar respons darurat, Ade berkomitmen untuk mengawal proses pemulihan jangka panjang. Ini mencakup banyak hal: dari kesiapan fasilitas, kelengkapan alat medis, stok obat-obatan, hingga dukungan pada tenaga kesehatan di lapangan. Harapannya, pelayanan kesehatan ke depannya bisa berjalan lebih efektif, cepat, dan berkelanjutan untuk masyarakat Padang Pariaman.
Artikel Terkait
Waspada! Modus Penipuan E-Tilang Kembali Menyebar Lewat WhatsApp dan SMS
Tubuh Terseret Aspal, Motor Raib Usai Insiden Balap Liar di Bogor
CFD Besok Sediakan Pendaftaran Kartu Gratis Transjakarta untuk Lansia dan Disabilitas
Genangan Air Masih Selimuti Lima RT di Jakarta Utara