Suasana haru tiba-tiba menyelimuti penutupan Rakernas PSI di Makassar. Di depan para kadernya, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia, Kaesang Pangarep, tak bisa menahan air matanya. Momen itu langsung memancing dukungan riuh dari seluruh peserta yang hadir.
Kaesang sebenarnya sudah menyiapkan pidato. Tapi, di detik-detik itu, rasanya sulit baginya untuk membacanya.
"Saya ini jujur sebenarnya harus membaca dari pidato ini, cuma saya nggak bisa, mohon maaf," ujarnya, suara terbata-bata.
Mendengar itu, para kader serentak berdiri. Ruangan bergemuruh oleh tepuk tangan dan sorakan yang memanggil namanya. Dukungan mereka spontan dan penuh semangat, seolah ingin menguatkan sang ketua umum.
Setelah menarik napas, Kaesang pun menyampaikan janjinya. Suaranya sudah lebih tegas.
Artikel Terkait
Ade Rezki Pratama Soroti Keterbatasan ICU dan Fasilitas Darurat di Padang Pariaman
PDIP Bantah Hadiri Pertemuan dengan Presiden: Kami Bukan Oposisi, Tapi Penyeimbang
Remaja Sukoharjo Nyaris Tewas Usai Dibongkarnya Paket Belanja Online
AS Bersiap Merebut Greenland, Bom Waktu Geopolitik di Kutub Utara