Di tengah kemeriahan puncak Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama di Istora Senayan, Sabtu lalu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan pesan yang tegas. Intinya sederhana: negara ini membutuhkan NU yang kuat.
“Negara perlu NU kuat,” ucap Muzani, mengawali pidatonya. Kalimat itu diulanginya, memberi penekanan. Lalu ia pun menjabarkan. “Kenapa? Kalau NU kuat, Indonesia akan kuat.”
Namun begitu, kekuatan seperti apa yang dimaksud? Bagi Muzani, jawabannya konkret dan menyentuh langsung kehidupan warga. NU akan kuat, katanya, jika jam’iyah-nya kuat. Jika jamaahnya sehat. Jika mereka kenyang, punya pekerjaan, dan dompetnya tebal. Poin-poin itu disampaikannya beruntun, menggambarkan sebuah piramida kebutuhan yang harus terpenuhi dari dasar.
Menurutnya, pondasi Indonesia yang tangguh juga dibangun dari hal serupa. Dari rakyat yang sehat jasmani dan pikiran, yang produktif bekerja, dan yang cerdas. Selama ini, NU diyakini telah menampilkan kekuatan semacam itu, salah satunya melalui lantunan doa.
“Dan itulah kira-kira yang dimaksud dengan doa kita, Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah,” jelas Muzani.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka