“Dunia yang baik, akhirat yang baik. Itulah tujuan yang diajarkan para ulama, kyai, guru, dan nyai kita di pondok-pondok pesantren.”
Di sisi lain, Muzani tak lupa mengingatkan tentang komitmen pengabdian. Ia berharap NU takkan pernah lelah memberi kontribusi bagi bangsa. Pengabdian itu, lanjutnya, harus terus mengalir tanpa mengharapkan imbalan pujian atau bahkan tak tergoyahkan oleh makian sekalipun.
“Memberi pengabdian pada negara kadang dipuji, kadang dimaki. Tapi bagi pimpinan NU, santri, pengurus, dan kyainya, kita tidak butuh itu semua. Yang penting adalah ridho Allah subhanahu wa ta’ala,” tegasnya.
Sebagai penutup, ia menyemangati. “Selamat berjuang untuk 100 tahun kedua NU.”
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka