“Dunia yang baik, akhirat yang baik. Itulah tujuan yang diajarkan para ulama, kyai, guru, dan nyai kita di pondok-pondok pesantren.”
Di sisi lain, Muzani tak lupa mengingatkan tentang komitmen pengabdian. Ia berharap NU takkan pernah lelah memberi kontribusi bagi bangsa. Pengabdian itu, lanjutnya, harus terus mengalir tanpa mengharapkan imbalan pujian atau bahkan tak tergoyahkan oleh makian sekalipun.
“Memberi pengabdian pada negara kadang dipuji, kadang dimaki. Tapi bagi pimpinan NU, santri, pengurus, dan kyainya, kita tidak butuh itu semua. Yang penting adalah ridho Allah subhanahu wa ta’ala,” tegasnya.
Sebagai penutup, ia menyemangati. “Selamat berjuang untuk 100 tahun kedua NU.”
Artikel Terkait
Remaja Sukoharjo Digigit Kobra yang Diduga Numpang Paket Belanja Online
Kedubes AS di Kopenhagen Picu Kemarahan Usai Copot Bendera Peringatan Tentara Denmark
Muzani: NU Telah Menjadi Tulang Punggung Bangsa Sebelum Indonesia Lahir
Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup dengan Tokoh Oposisi, Sjafrie Singgung Kebocoran Rp 5.777 Triliun