Hampir seluruh dana hasil IPO PT Maxindo Karya Anugerah Tbk (MAXI) telah dikucurkan. Perusahaan produsen kerupuk itu melaporkan telah menggunakan Rp41,71 miliar dari dana segar yang berhasil dihimpun dari pasar modal.
Angka itu setara dengan 98,71 persen dari total Rp45 miliar. Menurut keterangan resmi yang disampaikan ke BEI, dana sebesar itu dipakai untuk menopang modal kerja perseroan.
Alhasil, sisanya tinggal sekitar Rp541,89 juta saja. Sisa dana itu kini masih mengendap di rekening operasional MAXI di Bank BCA.
MAXI sendiri resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada pertengahan Juni 2023 silam. Kala itu, mereka melepas sebanyak 1 miliar saham dengan harga Rp100 per lembar. Secara potensial, aksi korporasi ini bisa mendatangkan dana hingga Rp100 miliar.
Namun begitu, rencana penggunaan dananya dibagi. Hasil penjualan dari 450 juta saham baru yang nilainya persis Rp45 miliar dianggarkan untuk keperluan modal kerja. Ini mencakup pembelian bahan baku, baik utama maupun penolong, membayar upah karyawan, sampai biaya pemasaran dan operasional kantor.
Lalu, bagaimana dengan sisa 550 juta sahamnya? Hasil penjualannya tidak masuk ke kas perusahaan, melainkan ke kantong PT Karya Nusa Persada.
Jalan bisnis MAXI sebenarnya sudah panjang. Berdiri sejak 1977, awal mulanya cuma industri rumahan di kawasan Bogor, Jawa Barat. Fokus mereka waktu itu cuma satu: membuat kerupuk dari singkong.
Seiring waktu, bisnis pun berkembang. Di tahun 2006, perseroan mulai melebarkan sayap dengan memproduksi keripik dari berbagai jenis umbi-umbian.
Yang menarik, bahan baku yang dipakai seratus persen berasal dari lokal. Dan hampir semua hasil produksinya, tepatnya 99 persen, dikirim ke luar negeri. Pasar ekspornya lumayan luas, menjangkau Amerika, Eropa, Australia, hingga Jepang.
(Dhera Arizona)
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Sistem Tol Tanpa Palang Masih Tahap Uji Fungsi Dasar
Pabrik Baru PT Mulia Boga Raya (KEJU) Ditargetkan Beroperasi Juli 2026
Laba Bersih DADA Melonjak Tiga Kali Lipat Meski Arus Kas Operasi Negatif
WMUU Bakal Rights Issue Rp600 Miliar, Harga Penawaran Lebih Tinggi dari Pasar