Afrika Selatan baru saja mengambil langkah keras. Mereka mengusir diplomat senior Israel, Ariel Seidman, dari wilayahnya. Alasannya? Pemerintah di Pretoria menuding Seidman terlibat dalam pelanggaran diplomatik serius yang dianggap menantang kedaulatan negara.
Menurut laporan dari Associated Press dan Al Jazeera, status persona non grata resmi disematkan padanya Jumat lalu. Istilah itu, bagi yang belum tahu, berarti seseorang tak lagi diterima di sebuah negara. Keputusan itu langsung diikuti ultimatum: Seidman diberi waktu 72 jam, terhitung Sabtu (31/1/2026), untuk segera angkat kaki dari Afrika Selatan.
Posisi Seidman sendiri cukup krusial. Dia adalah charge d'affaires di Kedutaan Israel di Pretoria. Sejak duta besar Israel ditarik pulang pada 2023, dialah tokoh diplomatik paling senior yang mewakili Tel Aviv di sana.
Lalu, apa yang sebenarnya dilakukan Seidman sampai memicu kemarahan pemerintah Afrika Selatan?
Departemen Hubungan Internasional dan Kerja Sama Afsel, dalam pernyataannya, menyebutkan serangkaian pelanggaran. Pertama, soal serangan di media sosial. Seidman dituduh melancarkan postingan yang menghina Presiden Cyril Ramaphosa. Meski detail isinya tak diungkap, tampaknya bahasa yang digunakan dinilai sudah melampaui batas.
Artikel Terkait
Tanah Bergerak di Bogor, 11 Rumah Rusak Diterjang Hujan
Kemarahan Demokrat Picu Shutdown Pemerintahan AS
Cilegon Terendam Lagi, Jalan Raya Anyer Lumpuh Total
Trump Beri Tenggat Rahasia, Iran Dihadapkan Pilihan: Meja Perundingan atau Armada AS