Selain itu, ada tuduhan pelanggaran protokol yang cukup fundamental. Seidman diduga dengan sengaja gagal memberitahu pihak Afsel tentang rencana kunjungan seorang pejabat tinggi Israel ke negara tersebut. Ini dianggap sebagai kesalahan yang disengaja.
“Tindakan semacam ini jelas penyalahgunaan hak diplomatik,” tegas pernyataan resmi departemen tersebut.
Mereka menegaskan bahwa perilaku Seidman telah melanggar Konvensi Wina dan secara sistematis merusak fondasi kepercayaan dalam hubungan bilateral kedua negara. “Ini adalah tantangan langsung terhadap kedaulatan kami,” imbuhnya.
Jadi, kini bola ada di pihak Israel. Dengan dideportasinya diplomat utamanya, hubungan kedua negara yang sudah lama renggang ini jelas memasuki fase yang lebih tegang lagi. Kita lihat saja perkembangan selanjutnya.
Artikel Terkait
Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup dengan Tokoh Oposisi, Sjafrie Singgung Kebocoran Rp 5.777 Triliun
Penyidik Riau Gali Ruh Hukum Baru dalam Forum Kolaboratif
Kaesang Pangarep Siap Peras Darah Demi Kemenangan PSI di 2029
Ma Dong-seok dan Lisa BLACKPINK Bikin Heboh, Syuting Film di Jakarta Libatkan Rekayasa Lalu Lintas