Selain itu, ada tuduhan pelanggaran protokol yang cukup fundamental. Seidman diduga dengan sengaja gagal memberitahu pihak Afsel tentang rencana kunjungan seorang pejabat tinggi Israel ke negara tersebut. Ini dianggap sebagai kesalahan yang disengaja.
“Tindakan semacam ini jelas penyalahgunaan hak diplomatik,” tegas pernyataan resmi departemen tersebut.
Mereka menegaskan bahwa perilaku Seidman telah melanggar Konvensi Wina dan secara sistematis merusak fondasi kepercayaan dalam hubungan bilateral kedua negara. “Ini adalah tantangan langsung terhadap kedaulatan kami,” imbuhnya.
Jadi, kini bola ada di pihak Israel. Dengan dideportasinya diplomat utamanya, hubungan kedua negara yang sudah lama renggang ini jelas memasuki fase yang lebih tegang lagi. Kita lihat saja perkembangan selanjutnya.
Artikel Terkait
Gelombang Pemudik Motor Padati Pelabuhan Ciwandan Cilegon di H-3 Lebaran
Polisi Selidiki Penyebaran Foto Palsu AI dalam Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
Kemacetan Mulai Landa Ruas Tol Jelang Mudik, Contraflow dan One Way Diterapkan
Posko Kesehatan di PLBN Skouw Siap Antisipasi Mudik Lebaran 2026