Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Twedi Aditya, merinci awal mula insiden. Tawuran pecah pada Rabu, 21 Januari. Sehari sebelumnya, Selasa tanggal 20, akun @zentrum yang dikelola korban, BMA, menantang akun @yakudika28 yang dikelola MHI, seorang Anak Berhadapan dengan Hukum. Pertikaian digital itu akhirnya meledak di dunia nyata.
Akibatnya, polisi mengamankan sepuluh orang pelaku. Sembilan di antaranya berstatus Anak Berhadapan dengan Hukum. Barang bukti yang disita cukup banyak: tiga motor, tujuh senjata tajam beragam jenis, pakaian korban dan tersangka, sembilan ponsel, serta sebuah helm.
Para pelaku kini terancam pasal-pasal berat, mulai dari Pasal 262 hingga 472 KUHP dalam UU Nomor 1 Tahun 2023. Namun begitu, dalam proses pemeriksaan, hak mereka tetap dilindungi. Setiap Anak Berhadapan dengan Hukum didampingi keluarga, perwakilan Dinas PPAPP DKI Jakarta, Bapas, dan Posbakum Jakarta Barat.
Kasus ini membuka mata. Warisan akun medsos yang kelam, ditambah campur tangan alumni, menciptakan lingkaran kekerasan yang sulit diputus. Tantangan berikutnya adalah bagaimana menghentikan siklus ini agar tidak memakan korban lagi di masa depan.
Artikel Terkait
Trump: Iran Ingin Berunding, Tapi Batas Waktu Rahasia Sudah Ditetapkan
Es Legen di Pantura Berujung Mencekam: Rp 140 Juta Raib Digasak Maling
Gempa Magnitudo 3,4 Guncang Lumajang Dini Hari
Anggota DPRD Pelalawan Diperiksa Polisi Terkait Ijazah Orang Lain