Dari saling hujat di layar ponsel, berujung pada bentrokan berdarah di jalanan. Itulah kronologi pilu di balik tawuran pelajar di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, yang merenggut nyawa seorang remaja 16 tahun berinisial BMA. Polisi kini mengungkap fakta yang lebih mengkhawatirkan: ternyata, ada tangan-tangan alumni yang bermain di balik keributan mematikan itu.
Yudistira, Pembimbing Kemasyarakatan Madya dari Bapas Jakarta Barat, mengiyakan temuan tersebut. Saat jumpa pers di Mapolres Metro Jakarta Barat, Jumat lalu, ia menjelaskan peran mereka.
Menurut penyelidikan, semua berawal dari aksi saling tantang di media sosial. Yang menarik, akun medsos yang dipakai untuk provokasi itu bukanlah akun baru. Yudistira menyebut, akun tersebut dikelola secara turun-temurun, diwariskan dari angkatan ke angkatan.
Ia punya saran konkret. Para siswa yang mengetahui atau memiliki akses ke akun-akun provokatif semacam itu, sebaiknya segera melapor.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka