Dari saling hujat di layar ponsel, berujung pada bentrokan berdarah di jalanan. Itulah kronologi pilu di balik tawuran pelajar di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, yang merenggut nyawa seorang remaja 16 tahun berinisial BMA. Polisi kini mengungkap fakta yang lebih mengkhawatirkan: ternyata, ada tangan-tangan alumni yang bermain di balik keributan mematikan itu.
Yudistira, Pembimbing Kemasyarakatan Madya dari Bapas Jakarta Barat, mengiyakan temuan tersebut. Saat jumpa pers di Mapolres Metro Jakarta Barat, Jumat lalu, ia menjelaskan peran mereka.
Menurut penyelidikan, semua berawal dari aksi saling tantang di media sosial. Yang menarik, akun medsos yang dipakai untuk provokasi itu bukanlah akun baru. Yudistira menyebut, akun tersebut dikelola secara turun-temurun, diwariskan dari angkatan ke angkatan.
Ia punya saran konkret. Para siswa yang mengetahui atau memiliki akses ke akun-akun provokatif semacam itu, sebaiknya segera melapor.
Artikel Terkait
Trump: Iran Ingin Berunding, Tapi Batas Waktu Rahasia Sudah Ditetapkan
Es Legen di Pantura Berujung Mencekam: Rp 140 Juta Raib Digasak Maling
Gempa Magnitudo 3,4 Guncang Lumajang Dini Hari
Anggota DPRD Pelalawan Diperiksa Polisi Terkait Ijazah Orang Lain