Bencana ekologi yang terus menghantam Indonesia belakangan ini mendorong munculnya seruan untuk kembali pada kearifan lokal. Dedi Iskandar Batubara dari Kelompok DPD RI di MPR RI menekankan hal itu. Menurutnya, ada begitu banyak kearifan di berbagai daerah yang sebenarnya bisa jadi benteng pertama mencegah bencana, sayangnya sering terabaikan.
Pernyataan itu disampaikannya dalam sebuah diskusi publik di Hotel Aston, Bintaro, Tangerang Selatan. Acara yang mengusung tema peran pemerintah pusat dan daerah dalam menanggulangi bencana ekologi itu memang cukup menyita perhatian.
Bagi Dedi, penanggulangan bencana tak boleh sekadar reaktif. Ia menegaskan, perlu strategi jangka panjang yang serius. “Ini bukan cuma soal tanggap darurat,” katanya. Yang juga penting adalah pengawasan ketat terhadap perusahaan, perlindungan fungsi ekologis, dan tentu saja penguatan kapasitas fiskal daerah. Tanpa itu, respons bencana sulit efektif dan berkelanjutan.
Demikian penjelasan Dedi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/01/2026). Ia menambahkan, penetapan status siaga oleh pemda seperti yang dilakukan BPBD Jawa Barat hingga April 2026 juga krusial untuk meningkatkan kewaspadaan dan mobilisasi sumber daya.
Namun begitu, peran pemerintah lokal seharusnya lebih dari itu. Mereka dituntut proaktif, misalnya dengan pemetaan kawasan rawan dan perencanaan tata ruang yang cerdas.
ujarnya lagi.
Artikel Terkait
Ledakan Guncang Masjid di Jember Saat Tarawih, Satu Orang Dilarikan ke UGD
Hakim PN Depok Ajukan Praperadilan ke KPK Soal Penyitaan dalam Kasus Suap
Sidang Isbat Awal Syawal 1447 H Digelar 19 Maret 2026 di Jakarta
Ericsson Luncurkan Perangkat Radio dan Software RAN Berbasis AI untuk Dongkrak Jaringan 5G Indonesia