Konflik internal di tubuh PBNU belakangan memang ramai dibicarakan. Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, mengakui ada banyak faktor pemicunya. Salah satunya, ya, soal konsesi tambang itu.
“Orang-orang mungkin agak ramai menyebutkan tambang sebagai sebab konflik dan sebagainya,” ujar Gus Yahya di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat lalu.
Dia melanjutkan, “Ini sebetulnya pengulangan juga dari pernyataan saya selama ini. Mungkin memang tambang menjadi salah satu faktor. Tapi pasti bukan satu-satunya, pasti bukan satu-satunya.”
Menurutnya, isu yang berkembang sudah sangat kompleks. “Semua orang tahu apa saja percakapan yang terjadi seputar ini. Kompleks, tambang bukan satu-satunya,” tambahnya.
Nah, yang menarik, izin tambang yang jadi buah bibir itu sampai sekarang ternyata belum juga beroperasi. Belum ada hasil yang keluar, belum ada aktivitas penambangan yang benar-benar jalan. Gus Yahya sendiri menyebut, perlu diskusi yang dalam dan panjang di internal NU untuk menindaklanjutinya.
“Apakah ini akan dikembalikan atau tidak? Sebabnya apa dulu? Itu harus melalui diskusi yang dalam dan panjang di dalam NU sendiri, keinginan bermacam-macam,” paparnya.
Memang, di internal organisasi, suara tentang tambang ini tidak seragam. Ada yang ogah repot karena tidak mengerti seluk-beluknya. Di sisi lain, ada juga yang berharap proyek ini bisa mendatangkan pemasukan untuk kemaslahatan umat.
Artikel Terkait
Anggota DPRD Pelalawan Diperiksa Polisi Terkait Ijazah Orang Lain
Politisi Mali Divonis Tiga Tahun Penjara di Pantai Gading Atas Tuduhan Hina Presiden
Kasus Hogi Minaya Ditutup, Kejari Sleman: Demi Kepentingan Hukum
Tiga TKA China Jadi Tersangka Pengeroyokan Pekerja Lokal di Tambang Kolaka