Dari foto-foto yang dia bagikan, suasana mirip bencana terlihat jelas. Sebuah perahu karet milik TNI sudah terlihat melintas di antara rumah-rumah yang terendam. Dalam foto lain, terlihat proses evakuasi yang mengharukan. Seorang lansia dan anak kecil, dibungkus jas hujan, duduk di perahu yang didorong seorang pria berjalan di air yang sudah setinggi dada.
Di sisi lain, upaya penanganan juga terlihat. Truk penyedot air sudah berada di lokasi, meski tampaknya masih kewalahan menghadapi volume air yang begitu besar. Beberapa pengendara motor bahkan nekat menerobos genangan, mengambil risiko yang cukup berbahaya.
Bagi warga Jatibening Permai, kejadian ini bukan hal baru. Kemal mengeluh, kompleks ini sudah jadi langganan banjir sejak 2005 silam. Hampir tiap tahun, ceritanya selalu berulang. Air datang, menggenang, lalu surut, meninggalkan lumpur dan rasa frustrasi.
“Sudah 20 tahun setiap hujan pasti banjir dan ketinggian rata-rata 1 meter. Semoga pemerintah ada solusi,” harapnya, suaranya terdapat harapan yang mulai menipis setelah dua dekade menghadapi rutinitas yang sama.
Artikel Terkait
Kantor Wali Kota Madiun Digeledah KPK, Kasus Fee Perizinan Kian Menguat
Kapolri Teken MoU Distribusi Pupuk, Targetkan Kerugian 100 Triliun Tak Terulang
Projo Tolak Wacana Polri Dibawah Kementerian, Khawatirkan Matahari Kembar
Titiek Soeharto Resmikan Revitalisasi Pabrik, Kenang Momen Bersejarah Ayahanda