Hujan deras yang mengguyur Pemalang pada Jumat lalu benar-benar mengubah segalanya. Akibatnya, Sungai Gung dan beberapa anak sungai lainnya meluap hebat, membawa serta lumpur, batu, dan kayu gelondongan dari lereng Gunung Slamet. Banjir bandang dan tanah longsor pun tak terhindarkan.
Dampaknya langsung terasa di empat desa. Kawasan perkampungan Sawangan di Desa Penakir jadi titik terparah. Sekitar sepuluh rumah rusak, bahkan empat kendaraan hanyut terbawa arus. Bencana ini tak hanya merusak harta benda, tapi juga merenggut nyawa. Tiga orang meninggal dunia, sementara satu lainnya masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan.
“Kami terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan semua pihak terkait, untuk memastikan penanganan berjalan dengan baik, terutama terkait pemenuhan kebutuhan dasar bagi korban,”
Demikian disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Rabu (28/1/2026).
Menurut data yang berhasil dihimpun, ada sekitar 2.100 jiwa yang terdampak. Dari jumlah itu, hampir 1.900 orang terpaksa mengungsi. Mereka tersebar di tujuh titik, mulai dari Kantor Kecamatan Pulosari, Gedung NU, hingga Puskesmas. Kerugian materiel pun cukup besar. Puluhan rumah rusak, jembatan putus, dan sebuah fasilitas ibadah ikut mengalami kerusakan.
Di sisi lain, upaya penanganan sudah berjalan sejak hari pertama. Kemensos bersama dinas sosial setempat, BPBD, TNI-Polri, Tagana, dan para relawan bahu-membahu. Mereka melakukan evakuasi korban, baik yang selamat maupun yang meninggal. Korban luka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Islam Pemalang untuk mendapat perawatan.
Artikel Terkait
Tuntas Tahap Pertama, Jalan Payakumbuh-Sitangkai Siap Lanjut ke Batusangkar
Mimpi Air Bersih Warga Kampung Tambat Akhirnya Terwujud
Jogging Track Liar di Situ Tujuh Muara Akhirnya Runtuh Setelah Operasi Gabungan
Gempa 2,9 SR Guncang Cilacap, Getaran Lembut Terasa Malam Ini