Bagi sang Kapolda, lulusan Akpol 1996 ini, proyek ini punya makna yang jauh lebih dalam. Ini adalah bentuk komitmen kehadiran negara hingga ke pelosok. Polri, menurutnya, hadir bukan cuma untuk menegakkan hukum, tapi juga jadi solusi bagi persoalan fundamental warga.
Ada nilai keadilan sosial yang coba diperjuangkan di sini. Herry menekankan, anak-anak di pedalaman berhak merasakan perjalanan aman ke sekolah, sama seperti anak-anak di kota yang fasilitasnya sudah mapan.
"Ada keadilan yang harus kita bangun di situ, bahwa saudara-saudara kita di daerah juga berhak memiliki dan merasakan fasilitas yang sama baiknya dengan tempat lain,"
tegasnya lagi.
Misi Kemanusiaan 250 Personel
Untuk mewujudkan semua itu, Polda Riau mengerahkan sumber daya yang tidak sedikit. Sebanyak 250 personel dikerahkan dalam Satgas Darurat Bencana ini. Mereka terdiri dari 170 personel Polda Riau, ditambah 80 personel dari jajaran Polres setempat.
Dengan membawa tagline "Menjembatani Peradaban, Menggapai Harapan", para personel ini tak cuma membawa alat berat dan material bangunan. Mereka juga membawa misi untuk membangkitkan optimisme warga desa yang mungkin sudah lama pupus.
Targetnya ambisius namun jelas: proyek ini diharapkan rampung pada Februari 2026. Kapolda berharap, saatnya nanti, Kapolri bisa hadir langsung untuk meresmikan hasil karya Satgas ini.
"Mudah-mudahan Bapak Kapolri bisa hadir bersama untuk meresmikan saat pembangunan dan renovasi ini selesai. Ini adalah bukti komitmen kami bahwa Polri benar-benar ada dan bekerja di tengah-tengah masyarakat,"
pungkas Irjen Herry, menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
Babinsa Kemayoran Kena Sanksi, TNI Beri Ganti Rugi ke Pedagang Es Kue yang Dituduh Pakai Spons
Jalan Terbuka, Polisi Bisa Duduki Jabatan Sipil
PSI Jadikan Makassar Kandang Gajah Baru Jelang Pemilu 2029
Kaesang Disambut Tarian Adat di Pelantikan Pengurus PSI Sulsel