Latar belakangnya? Tekanan dari Washington. Sehari sebelumnya, Presiden AS Donald Trump membuat pernyataan yang cukup menggemparkan. Ia mengklaim telah mengerahkan “armada besar” militer AS mendekati Iran.
“Kita memiliki armada besar di dekat Iran. Lebih besar dari Venezuela,” ujar Trump dalam wawancaranya dengan Axios.
Ia bahkan membandingkannya dengan pengerahan aset militer AS di sekitar Venezuela sebelumnya operasi yang berakhir dengan penggulingan Nicolas Maduro. Kapal induk USS Abraham Lincoln dan kelompok tempurnya dikabarkan telah tiba di kawasan Timur Tengah, menambah ketegangan yang sudah terasa.
Jadi, di tengah ancaman dan posturing militer seperti itu, pernyataan Mohammed bin Salman terdengar seperti upaya menenangkan situasi. Arab Saudi, tampaknya, tak ingin terjebak di tengah.
Artikel Terkait
Bamsoet Dorong Pelatihan Bahasa Jepang Cetak PMI Berkualitas untuk Isi 820 Ribu Lowongan
Jokowi Effect dan Kharisma Mad Ali Jadi Magnet Kader NasDem Hijrah ke PSI
KPK Naikkan Batas Laporan Gratifikasi, Aturan Pisah Sambut Dihapus
Kim Jong Un Siap Umumkan Strategi Nuklir Baru Usai Uji Rudal