Angkanya cukup mencengangkan. Sepanjang tahun 2025 lalu, realisasi investasi di Banten berhasil menembus angka Rp 130,2 triliun. Tak tanggung-tanggung, capaian ini bahkan melampaui target yang ditetapkan, persisnya mencapai 108 persen.
Data tersebut diumumkan dalam sebuah rapat koordinasi di Rahaya Resort Banten, Rangkasbitung, Selasa (27/1/2026) kemarin. Rapat yang membahas realisasi investasi triwulan IV dan semester II itu membeberkan fakta-fakta yang cukup menggembirakan bagi perekonomian daerah.
Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati, tak menyembunyikan rasa optimismenya.
"Investasi kita meningkat cukup tinggi, tadi disebutkan sekitar 108 persen," ujarnya.
Namun begitu, dia langsung menekankan pentingnya menjaga momentum ini. Dimyati meminta semua pihak, tak terkecuali masyarakat, untuk menjaga iklim usaha agar tetap kondusif. Gangguan terhadap aktivitas investasi, menurutnya, hanya akan berakibat buruk bagi pembangunan Banten ke depan.
"Saya minta masyarakat tidak mengganggu investasi. Kalau investasi diganggu, itu kontraproduktif," tegas Dimyati. "Kita justru ingin merayu investor agar mau menanamkan modalnya di Banten."
Dia yakin, para bupati dan wali kota di seluruh wilayah Banten punya kepentingan yang sama: menarik lebih banyak lagi investor.
"Bupati dan wali kota tentu ingin daerahnya jadi tujuan investasi. Kalau investasi diganggu, upaya kita bersama jadi sia-sia," tambahnya.
Di sisi lain, komitmen terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat disebut tak akan ditinggalkan. Dimyati menegaskan, manfaat investasi harus benar-benar dirasakan rakyat, salah satunya lewat program CSR perusahaan. Baginya, logikanya sederhana.
Artikel Terkait
Wamen Ribka: Otsus Papua Bukan Cuma Soal Transfer Dana
Kapal Induk Prancis Berlayar ke Atlantik Utara, Ketegangan Greenland Memanas
Ahok Buka Suara: Dari Larangan Main Golf hingga Pengawasan Etika di Pertamina
Ahok Bantah Kenal Riza Chalid di Sidang Tipikor: Tak Ada Laporan Sepanjang Jabatan