Di kompleks parlemen Jakarta, Selasa lalu, Menteri Luar Negeri Sugiono memberikan penjelasan mengenai keputusan Indonesia terkait Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP). Intinya, Indonesia memilih untuk ikut serta. Menurut Sugiono, iuran yang nantinya dikumpulkan akan dialokasikan, salah satunya, untuk membangun kembali Gaza yang porak-poranda.
“Presiden memutuskan untuk ikut partisipasi,” tegasnya.
Ia lalu melanjutkan dengan penjelasan yang lebih rinci. “Jadi gini, ini bukan membership fee biasa. Kalau kita lihat kronologinya, pembentukan Board of Peace ini sebenarnya adalah sebuah upaya untuk menyelesaikan situasi di Gaza, khususnya Palestina. Termasuk di dalamnya ya upaya rekonstruksi itu.”
Nah, di sinilah poin pentingnya. Rekonstruksi membutuhkan dana yang tidak sedikit. Lantas, dari mana sumber dananya?
“Terus rekonstruksi ini siapa yang bayar? Uangnya dari mana? Dananya dari mana?” ujar Sugiono, mengulang pertanyaan yang mungkin ada di benak banyak orang. “Karena itu, anggota-anggota yang diundang itu diajak untuk berpartisipasi di situ.”
Artikel Terkait
Ledakan Guncang Masjid di Jember Saat Tarawih, Satu Orang Dilarikan ke UGD
Hakim PN Depok Ajukan Praperadilan ke KPK Soal Penyitaan dalam Kasus Suap
Sidang Isbat Awal Syawal 1447 H Digelar 19 Maret 2026 di Jakarta
Ericsson Luncurkan Perangkat Radio dan Software RAN Berbasis AI untuk Dongkrak Jaringan 5G Indonesia