Partisipasi itu tentu bukan tanpa imbalan. Ada benefit yang didapat.
“Yang tentu saja, ada keuntungan lain, yaitu merupakan anggota tetap,” tambahnya.
Namun begitu, Menlu menegaskan bahwa tidak ada paksaan atau kewajiban mutlak bagi negara peserta untuk membayar. Pada dasarnya, semangat dari dewan ini sendiri adalah perdamaian. Ia menuturkan, kehadiran BoP memang lahir dari sebuah cita-cita mulia.
“Karena Board of Peace ini sendiri lahir dari upaya untuk menciptakan perdamaian di Gaza dan Palestina,” sebut Sugiono, menegaskan kembali tujuan utamanya.
Artikel Terkait
Wamen Ribka: Otsus Papua Bukan Cuma Soal Transfer Dana
Kapal Induk Prancis Berlayar ke Atlantik Utara, Ketegangan Greenland Memanas
Ahok Buka Suara: Dari Larangan Main Golf hingga Pengawasan Etika di Pertamina
Ahok Bantah Kenal Riza Chalid di Sidang Tipikor: Tak Ada Laporan Sepanjang Jabatan