Jaksa melanjutkan, "Sampai ke situ nggak satu kesimpulan atau satu pemikiran ini jadi isu nih ketika ini terjadi terus-menerus?"
Ahok mengakui bahwa dewan komisaris sempat mempertanyakan beberapa hal. Dari luar, kata dia, terlihat aneh. Kenapa impor? Kenapa juga ekspor? Pertanyaan-pertanyaan kritis itu selalu diajukan.
Namun begitu, penjelasan dari jajaran direksi kemudian memberi gambaran yang lebih teknis. Ternyata, tidak semua minyak mentah punya kualitas yang cocok untuk kilang dalam negeri. Itu salah satu alasannya.
Di sisi lain, hasil audit BPKP juga tidak menemukan penyimpangan dalam proses pengadaan. Yang tak kalah penting, transaksi-transaksi itu masih memberi untung untuk Pertamina.
"Makanya di situ kami melihat ini bukan kesalahan direksi," pungkas Ahok. "Toh BPKP tidak ada temuan... dan masih untung."
Artikel Terkait
Kunjungan Rahasia AS ke Ushuaia Picu Kecurigaan dan Debat Kedaulatan
BMKG Ungkap Upaya Hujan Buatan Gagal Cegah Longsor Cisarua
Atap Ambruk di Bogor, Satu Keluarga Mengungsi Usai Hujan Deras
Saksi Sidang Chromebook Buka Suara: Survei Harga Rp 5-8 Juta, di Marketplace Cuma Rp 3,3 Juta