Jaksa melanjutkan, "Sampai ke situ nggak satu kesimpulan atau satu pemikiran ini jadi isu nih ketika ini terjadi terus-menerus?"
Ahok mengakui bahwa dewan komisaris sempat mempertanyakan beberapa hal. Dari luar, kata dia, terlihat aneh. Kenapa impor? Kenapa juga ekspor? Pertanyaan-pertanyaan kritis itu selalu diajukan.
Namun begitu, penjelasan dari jajaran direksi kemudian memberi gambaran yang lebih teknis. Ternyata, tidak semua minyak mentah punya kualitas yang cocok untuk kilang dalam negeri. Itu salah satu alasannya.
Di sisi lain, hasil audit BPKP juga tidak menemukan penyimpangan dalam proses pengadaan. Yang tak kalah penting, transaksi-transaksi itu masih memberi untung untuk Pertamina.
"Makanya di situ kami melihat ini bukan kesalahan direksi," pungkas Ahok. "Toh BPKP tidak ada temuan... dan masih untung."
Artikel Terkait
UEFA Batalkan Finalissima 2026, Duel Spanyol vs Argentina Batal Digelar
Warga Rumbai Timur Lega, Jalan Teluk Leok yang Terbengkalai 10 Tahun Akhirnya Diperbaiki
Terminal Pakupatan Serang Catat Lonjakan Penumpang Jelang Mudik Lebaran
Iran Pertimbangkan Lintas Tanker di Hormuz dengan Syarat Bayar dalam Yuan