Selamat datang kembali di "Dunia Hari Ini". Mari kita telusuri apa saja yang terjadi di berbagai belahan dunia dalam satu hari terakhir.
Tragedi Berdarah di Lapangan Hijau Meksiko
Suasana yang seharusnya riuh oleh sorak kemenangan, berubah jadi mimpi buruk di sebuah lapangan sepak bola di Meksiko tengah. Sekelompok pria bersenjata tiba-tiba melepaskan tembakan. Akibatnya, 11 nyawa melayang dan 12 orang lainnya mengalami luka-luka.
Menurut keterangan Wali Kota Salamanca, Cesar Prieto, yang disampaikan lewat media sosial, para penembak itu muncul tepat saat pertandingan hari Minggu (25/01) hampir berakhir.
Dari total korban jiwa, sepuluh orang meninggal di tempat. Satu lainnya tak tertolong setelah dilarikan ke rumah sakit.
Yang menyayat hati, di antara para korban luka terdapat seorang perempuan dan seorang anak kecil.
Prieto dengan tegas menyebut insiden mengerikan ini adalah bagian dari "gelombang kejahatan" yang melanda Salamanca. Dia pun secara terbuka meminta bantuan Presiden Claudia Sheinbaum untuk segera mengatasi kekerasan yang kian menjadi-jadi.
Amukan Musim Dingin di Amerika Utara
Di sisi lain, benua Amerika Utara sedang berjuang melawan amukan alam yang berbeda. Badai musim dingin yang ganas telah merenggut setidaknya sepuluh nyawa.
Bayangkan saja, ranting pohon dan kabel listrik berderak patah tertimpa beban es yang luar biasa berat. Imbasnya, ratusan ribu rumah dan bisnis di kawasan tenggara Amerika terpaksa gelap gulita tanpa listrik.
Badan Layanan Cuaca Nasional memprediksi, hujan es dan salju masih akan berlanjut hingga Senin (26/01). Setelah itu, suhu beku yang ekstrem diperkirakan bakal datang. Kondisi ini jelas mengancam keselamatan perjalanan dan merusak infrastruktur selama beberapa hari ke depan.
Wilayah yang terdampak sangat luas. Salju tebal menyelimuti daerah dari Lembah Ohio hingga timur laut. Sementara itu, ancaman "akumulasi es yang dahsyat" membayangi wilayah mulai dari Lembah Mississippi Bawah hingga pesisir Atlantik Tengah dan tenggara.
"Ini badai yang unik, cakupannya sangat luas," ujar ahli meteorologi Allison Santorelli, menggambarkan betapa seriusnya situasi ini.
Kabar Duka dari Gaza: Jenazah Sandera Terakhir Ditemukan
Berita duka datang dari konflik Israel-Gaza. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengumumkan bahwa jenazah sandera Israel terakhir di Gaza akhirnya berhasil ditemukan.
Dia adalah Ran Gvili, seorang petugas polisi berusia 24 tahun. Gvili tewas pada serangan mematikan Hamas tanggal 7 Oktober 2023 silam. Jenazahnya kemudian dibawa ke Jalur Gaza dan terpendam di sana hampir dua setengah tahun lamanya.
Operasi pencarian besar-besaran digelar akhir pekan lalu. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) memusatkan upaya mereka di area timur Kota Gaza, dekat wilayah Shejaiya dan Tuffa, yang kini dikuasai Israel.
Upaya itu membuahkan hasil. Kemarin (26/01), IDF secara resmi mengonfirmasi identitas jenazah Gvili. Kepolisian Israel berencana membentuk barisan kehormatan untuk mengantar peti jenazah rekan mereka itu ke Pusat Forensik Nasional di Tel Aviv.
Australia Berjibaku dengan Lidah Api
Sementara itu, di belahan bumi selatan, Australia justru menghadapi ancaman kebakaran hutan. Warga yang tinggal di sekitar kawasan Otways, Victoria, diminta tetap siaga menyambut hari yang diprediksi akan dilanda kondisi kebakaran ekstrem.
Gelombang panas terburuk sejak 2009 sedang melanda Victoria tahun ini. Suhu udara yang diperkirakan melonjak di atas 40 derajat Celcius membuat api di Carlisle River, Otways, semakin sulit dikendalikan.
Kewaspadaan sudah ditingkatkan sejak kemarin (26/01). Lebih dari 1.100 properti di sekitar lokasi kebakaran diperintahkan untuk dievakuasi sebelum matahari terbenam.
Wakil Pengendali Respon Negara Bagian, David Nugent, mengapresiasi respons warga yang banyak mematuhi peringatan untuk mengungsi.
"Kami sangat senang dengan respon di sana," katanya.
"Kepolisian Victoria dan SES benar-benar luar biasa membantu kami. Mereka turun langsung, berkeliling dan mengetuk pintu rumah orang-orang di komunitas-komunitas sekitar kebakaran Sungai Carlisle."
Artikel Terkait
54 Korban Kecelakaan KA Argo Bromo vs KRL Dirawat di RSUD Bekasi, 3 Tewas
Polisi Bongkar Ladang Ganja 20 Hektar di Sumsel, Bandar Ditangkap dan 220 Kg Ganja Disita
Tabrakan Kereta Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur, Dipicu Taksi Tertemper di Perlintasan
KAI Daop 8 Surabaya Batalkan Tiga Perjalanan Kereta Jarak Jauh Akibat Dampak Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur