JAKARTA – Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur masih menyisakan duka. Tapi di tengah itu semua, ada kabar soal santunan yang sudah dipastikan cair. Kepala Bagian Pelayanan Kantor Wilayah DKI Jakarta Jasa Raharja, Syaiful, bilang semua korban bakal dapat entah itu yang meninggal, luka berat, atau luka ringan.
"Baik luka ringan maupun luka berat dengan nilai santunan untuk luka-luka itu maksimal Rp20 juta. Untuk meninggal dunia akan diserahkan santunan Rp50 juta pada ahli warisnya," ujarnya pada wartawan, Selasa (28/4/2026).
Dia juga menyampaikan belasungkawa. Jelas, musibah ini enggak mudah buat siapa pun. Tapi kata Syaiful, Jasa Raharja sudah siap. Semua korban, entah bagaimana kondisinya, tetap dapat santunan.
Nah, soal teknisnya begini. Untuk korban luka, santunan langsung diberikan ke yang bersangkutan. Sedangkan untuk korban meninggal, santunan diserahkan ke ahli waris. Prosesnya, menurut dia, dilakukan secepat mungkin setelah jenazah teridentifikasi.
"Sesegera mungkin kami selesaikan untuk santunan meninggal dunia setelah teridentifikasi. Kami langsung melakukan pendataan terhadap ahli waris korban untuk segera dilakukan penyerahan santunan," katanya.
Di sisi lain, data korban terus diupdate. Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes Martinus Ginting, menyebutkan sudah ada 15 orang yang terdata meninggal dunia. Tapi semuanya masih dalam proses identifikasi jadi angka ini bisa aja berubah.
"Iya, 15 meninggal dunia, sampai siang ini," ujarnya pada wartawan, Selasa (28/4/2026).
Menurut dia, dari 15 jenazah itu, 10 orang berada di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Sisanya, 5 orang, ada di rumah sakit kawasan Bekasi. Semuanya masih diidentifikasi. Prosesnya memang butuh waktu, apalagi kalau kondisinya kurang baik.
"Semuanya masih dilakukan proses identifikasi," tuturnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, nambahin detail. Dari 5 jenazah yang di Bekasi, 3 ada di RSUD Bekasi, 1 di RS Bela, dan 1 lagi di RS Mitra.
"Sedangkan korban luka-luka ada 76 orang. Jadi total korban ada 91 orang," katanya.
Angka yang cukup besar, memang. Tapi setidaknya, soal santunan, sudah ada kepastian. Tinggal menunggu proses identifikasi rampung.
Artikel Terkait
Anggaran Keselamatan KAI Dipertanyakan Usai Kecelakaan di Bekasi Timur, Pakar: Publik Berhak Tahu Alokasi Dana Proteksi
Okupansi Whoosh dan LRT Jabodebek Melonjak Usai Kecelakaan Maut KRL di Bekasi
Asisten Masinis Curiga Sinyal Eror Sesaat Sebelum KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi, 15 Tewas
Sri Mulyani Berduka atas Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek, Sehari Sebelumnya Ia Naik Rute yang Sama