Di Tengah Reruntuhan, Ada yang Ingin Menikah

- Senin, 26 Januari 2026 | 17:10 WIB
Di Tengah Reruntuhan, Ada yang Ingin Menikah
Permintaan Warga di Tengah Bencana

Di Tengah Reruntuhan, Ada yang Ingin Menikah

Rapat satgas bencana di Kemendagri, Jakarta, Senin lalu, menyisakan cerita lain. Menteri Agama Nasaruddin Umar bercerita, di balik keprihatinan, ada permintaan khusus dari warga Sumatera yang terdampak. Mereka meminta agar sarana pernikahan segera diperbaiki. Ya, di situasi sulit, ternyata masih ada yang berencana melangsungkan pernikahan.

Nasaruddin menyampaikan hal itu dengan nada yang cukup terdengar haru. Permintaan warga ternyata tidak main-main.

"Mereka juga minta mimbar-mimbar masjid ya, karpet, dan rumah-rumah imam. Karena mereka itu yang akan mendampingi mereka. Sarana-sarana perkawinan juga, karena banyak, masih ada juga yang ingin melaksanakan perkawinan dalam situasi seperti sekarang ini,"

Rapat di Jalan Medan Merdeka Utara itu pun sejenak hening. Namun begitu, Nasaruddin langsung menegaskan bahwa permintaan itu akan dipenuhi Kemenag. Semua perangkat, katanya, sedang disiapkan dan akan segera dikirim ke lokasi bencana.

“Dan semua perangkatnya kita siapkan juga semuanya,” ucapnya singkat.

Di sisi lain, ada lagi kebutuhan mendesak yang disampaikan korban. Bukan cuma sandang pangan. Mereka sangat berharap jaringan internet segera pulih. Kenapa? Akses untuk beribadah dan mengikuti ceramah agama secara daring rupanya jadi penenang jiwa di tengah kepungan duka.

"Mereka juga ingin Zoom, mengikuti ceramah-ceramah di tempat yang lain karena dia tidak bisa mengakses di lapangan, jadi minta jaringan Zoom ceramah agama. Bukan hanya agama Islam, tapi agama lain kita perlakukan sama,"

Menanggapi hal ini, Kemenag sudah bergerak lebih dulu. Mereka telah mengirimkan sejumlah kiai dan pendeta langsung ke lokasi pengungsian. Menurut Nasaruddin, kehadiran para pemuka agama itu sangat dinantikan. Warga rindu mendengar wejangan dan nasihat yang meneduhkan.

“Kita kirim pastur dan pendeta, kiai-kiai yang dari, yang diminta oleh mereka untuk bergilir datang ke tempat,” jelasnya.

Jadi, di antara upaya tanggap darurat yang serba mendesak, ternyata ada permintaan-permintaan yang menyentuh sisi paling manusiawi: merayakan cinta di tengah duka, dan mencari ketenangan batin di saat segalanya terasa berantakan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar