Rutenya sendiri cukup panjang: start dari Mako Polres, lalu menyusuri Jalan HR Subrantas, Jalan Putri Tujuh, melewati Pendopo Sri Bunga Tanjung, dan finish di Asrama Polres Dumai. Semarak sekali. Setelah pemanasan dan doa, ratusan peserta yang terdiri dari personel Polri, Bhayangkari, dan komunitas lari langsung dilepas Kapolres.
Nah, puncak acaranya justru terjadi setelah mereka sampai garis finis. Di sana, aksi nyata langsung dilakukan: penanaman pohon. Setiap bibit yang ditancapkan ke tanah, menurut Kapolres, adalah “jejak kebaikan”. Sebuah warisan ekologis untuk anak cucu nanti, sekaligus upaya konkret menahan laju perubahan iklim dan memperbaiki udara kota.
Acara yang berakhir kondusif sekitar pukul 09.00 WIB ini menunjukkan sisi lain Polri yang kian humanis. Ada transformasi yang terasa. Dengan jargon Polri Presisi, mereka ingin menegaskan bahwa menjaga keamanan dan merawat lingkungan itu harus berjalan beriringan. Dua hal yang tak bisa dipisahkan.
Pada akhirnya, harapannya jelas. Lewat gerakan seperti Green Policing Runners ini, budaya peduli lingkungan bisa jadi gaya hidup baru. Di sisi lain, sinergi antara aparat dan masyarakat pun makin kuat. Bukan cuma urusan hukum, tapi juga urasan menjaga bumi bersama-sama.
Artikel Terkait
Pemerintah Bentuk Tim Khusus untuk Atasi Banjir dan Genangan di Jalur Utara Jawa
Damai Laporkan Ahmad Khozinudin ke Polda, Gerah dengan Tuduhan KUHAP Solo
Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan di Sumatera, Satgas: Ini Keputusan Final
Tiga Desa Nunukan Terseret ke Malaysia, Pemerintah Siapkan Solusi