Laporan Warga ke 110 Gagalkan Pesta Narkoba di Gedung Kosong Pekanbaru

- Senin, 26 Januari 2026 | 11:05 WIB
Laporan Warga ke 110 Gagalkan Pesta Narkoba di Gedung Kosong Pekanbaru

Laporan warga lewat nomor darurat 110 ternyata tak main-main. Minggu malam lalu, sekitar pukul sembilan lebih, Polda Riau mendapat telepon tentang sekelompok orang yang beraktivitas mencurigakan di sebuah gedung kosong. Lokasinya di Jalan Soekarno-Hatta, Pekanbaru, sebuah tempat yang memang sudah sering jadi perhatian.

Kombes Putu Yuda Prawira, Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, mengonfirmasi hal itu.

"Pelapor menyampaikan adanya perkumpulan mencurigakan dengan dugaan penyalahgunaan narkotika. Informasi tersebut masuk melalui layanan Polisi 110 dan langsung ditindaklanjuti," kata Kombes Putu Yuda, Senin (26/1/2026).

Tim pun langsung bergerak. Mereka enggak cuma cek lokasi, tapi juga langsung mengamankan situasi. Dan benar saja, di dalam bangunan kosong itu ditemukan sejumlah orang yang diduga sedang pesta narkoba.

"Setibanya di lokasi, petugas melakukan pengecekan dan pengamanan. Dari hasil pemeriksaan awal di lapangan, ditemukan indikasi kuat adanya aktivitas penyalahgunaan narkotika," ujarnya.

Operasi itu berhasil meringkus lima orang. Beberapa barang bukti terkait narkotika juga diamankan. Semuanya langsung diboyong ke Mapolda untuk diperiksa lebih lanjut. Proses penyidikan kini sedang digarap.

Menurut Putu Yuda, ini bukti nyata kolaborasi antara polisi dan masyarakat bisa bekerja. Bukan sekadar menangkap, tapi mencegah.

"Keberhasilan ini berawal dari kepedulian masyarakat yang tidak ragu melapor. Layanan Polisi 110 kami siapkan sebagai akses cepat agar informasi dari warga bisa segera ditindaklanjuti di lapangan," tegasnya.

Ia juga menekankan, upaya memutus rantai peredaran narkoba, terutama di spot-spot rawan seperti bangunan tak terurus, sangat bergantung pada keaktifan warga.

"Kami mengimbau masyarakat untuk terus melapor apabila melihat atau mengetahui adanya aktivitas mencurigakan. Kerahasiaan pelapor kami jamin, dan setiap laporan akan ditangani secara profesional," pungkas Kombes Putu.

Jadi, laporan satu telepon itu berujung pada penggerebekan. Lima orang diamankan. Dan polisi kembali mengingatkan: mata dan telinga warga di lapangan seringkali jadi kunci pertama.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar