Yang menarik, GSM tidak asal tanam. Mereka memilih berbagai jenis tanaman MPTS (Multi Purpose Tree Species) seperti durian, jambu mete, cengkeh, dan rambutan. Pilihannya punya alasan. Selain fungsi ekologis, tanaman-tanaman ini kelak bisa menjadi sumber pangan bagi warga sekitar sekaligus mendukung habitat fauna lokal. Jadi, manfaatnya berlapis.
Direktur GSM, Cahyono Seto, menegaskan hal ini.
"PT GSM senantiasa berkomitmen untuk mematuhi seluruh regulasi yang berlaku dan memiliki implikasi positif bagi lingkungan. Selain memenuhi kewajiban, upaya rehabilitasi DAS ini kami arahkan untuk memberikan manfaat nyata dalam pengelolaan aliran sungai dan pencegahan risiko banjir, sehingga mendukung keberlanjutan ekosistem dan masyarakat sekitar," jelas Seto dalam keterangannya akhir Januari lalu.
Sebelumnya, pada November 2022, GSM telah menyelesaikan dan menyerahkan rehabilitasi tahap pertama seluas 500 hektare. Kalau dijumlahkan dengan tahap kedua, total yang sudah diserahkan mencapai 1.089,37 hektare. Artinya, kewajiban utama mereka sudah terlampaui.
Ke depan, perusahaan menyatakan komitmennya tak akan kendur. Operasional tambang akan terus berjalan beriringan dengan upaya pemulihan ekosistem, termasuk memperkuat fungsi DAS sebagai pengendali air dan mitigasi bencana. Tujuannya jelas: dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat harus benar-benar terasa.
Artikel Terkait
Gubernur Andra Soni Tinjau Banjir Tangerang Naik Perahu Karet
Longsor Cisarua: 23 Prajurit TNI Dikabarkan Hilang, Pencarian Terkendala Cuaca
Polisi Amankan Empat Pria dan Sita Lebih dari Satu Kilogram Ganja di Tanjung Priok
Begal Panjat Atap Rumah Usai Jambret Kalung di Tambora