Kanopi Terbang Lumpuhkan KRL Solo-Jogja, Ribuan Penumpang Terdampak

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 20:10 WIB
Kanopi Terbang Lumpuhkan KRL Solo-Jogja, Ribuan Penumpang Terdampak
Gangguan KRL Akibat Kanopi Terbang

Kanopi Terbang Picu Gangguan Perjalanan KRL Solo-Jogja

Suasana di jalur rel antara Stasiun Gawok dan Purwosari mendadak ricuh Sabtu lalu. Bukan karena kerumunan penumpang, melainkan sebuah kanopi entah dari mana asalnya yang tersangkut di Kabel Listrik Aliran Atas (LAA). Video kejadian itu langsung membanjiri media sosial, memperlihatkan sepotong bahan terpal yang melayang-layang dan nyangkut persis di atas rel.

Akibatnya, perjalanan KRL rute Solo-Jogja pun sempat terhambat. Ribuan penumpang harus bersabar menunggu.

"Mohon maaf atas keterlambatan perjalanan Commuterline imbas adanya kanopi dari lingkungan sekitar yg terhempas angin ke Kabel Listrik Aliran Atas (LAA) antara Stasiun Gawok-Purwosari,"

Begitu kira-kira penjelasan resmi dari akun X KAI Commuter yang muncul tak lama setelah kejadian. Mereka mengonfirmasi gangguan itu terjadi karena angin kencang yang menerbangkan kanopi dari pemukiman warga.

Untungnya, penanganan berjalan cepat. Tim teknis segera turun ke lokasi untuk membersihkan gangguan. Dalam waktu yang relatif singkat, arus perjalanan kereta komuter itu bisa dipulihkan.

"Saat ini, perjalanan Commuter Line di lokasi tersebut sudah kembali dapat dilalui. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya,"

Begitu klarifikasi lanjutan dari KAI Commuter, menandai berakhirnya gangguan.

Sementara itu, video viral tadi menyimpan momen yang cukup dramatis. Dalam rekaman yang diambil warga, terlihat jelas bagaimana kanopi itu beterbangan diterpa angin sebelum akhirnya nyangkut di kabel kereta. Suara teriakan dan gumaman orang-orang yang menyaksikan pun terdengar.

"Terbang.. terbang..,"

Seru seseorang di balik kamera, menggambarkan betapa takjubnya mereka melihat kejadian yang hampir tak biasa itu. Sebuah insiden kecil, memang. Tapi cukup untuk mengingatkan betapa cuaca dan benda-benda di sekitarnya bisa jadi pengganggu yang tak terduga.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar