Tito Karnavian Tinjau SD Terdampak Banjir di Tapteng, Janjikan Bantuan Peralatan Sekolah

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 18:15 WIB
Tito Karnavian Tinjau SD Terdampak Banjir di Tapteng, Janjikan Bantuan Peralatan Sekolah

Hari ini, di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, suasana SDN 155678 Hutanabolon 2 terlihat berbeda. Muhammad Tito Karnavian, sang Kasatgas Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, datang meninjau langsung kondisi sekolah yang baru saja dilanda banjir. Ia tak sekadar melihat, tapi juga langsung berbincang dengan Kepala Sekolah, Ramiannum Tambunan, untuk mendengar cerita dari lapangan.

Percakapan mereka berlangsung di sela-sela aktivitas pemulihan. Dengan nada penuh perhatian, Tito membuka dialog.

“Kita berada di sekolah SD yang jumlah murid SD-nya berapa, Bu?” tanyanya, seperti dikutip dalam keterangan resmi, Sabtu (24/1/2026).

Ramiannum dengan jelas menjawab. Sekolah itu menampung 165 murid, didukung oleh 12 guru PNS dan 8 guru honorer. Meski bangunan tak rusak parah, dampak banjirnya nyata. Ruang kelas sempat dipenuhi lumpur dan kini masih dalam tahap pembersihan.

“Sekarang masih belajar di tenda, Pak. Karena ruang kelas masih dalam proses pembersihan dan perbaikan,” ujar Ramiannum.

Ya, untuk sementara, proses belajar mengajar dialihkan ke dua tenda darurat bantuan Kemendikdasmen. Kursi dan beberapa peralatan lain masih mengandalkan sisa-sisa dari gedung sekolah yang selamat. Situasinya memang darurat, tapi setidaknya kegiatan tidak terhenti sama sekali.

Di sisi lain, Tito mengapresiasi langkah cepat yang sudah dilakukan. Pemerintah daerah, TNI, Polri, dan para relawan dinilainya telah bekerja keras membersihkan lokasi. Semangat gotong royong itu patut diacungi jempol. Namun begitu, ia tak menutup mata pada kenyataan yang ada. Kondisi belajar saat ini jauh dari ideal. Beberapa kelas terpaksa digabung, yang tentu saja mengganggu kelancaran pembelajaran.

“Secepat mungkin kembali ke sekolahnya dan pembagian kelasnya jelas, sehingga proses belajar-mengajarnya akan lebih lancar,” tekan Tito.

Dialog pun berlanjut ke kebutuhan mendesak. Saat ditanya, Ramiannum menyebutkan sederet barang yang rusak atau hilang. Situasinya cukup pelik.

“Kalau kami, Pak, masih banyak yang kurang. Mebel hancur semua, komputer, laptop, dan juga loudspeaker,” ungkapnya tanpa basa-basi.

Mendengar keluhan itu, respons Tito langsung terlihat. Ia berjanji akan mengoordinasikan kebutuhan tersebut. Rencananya, ia akan berdiskusi dengan Pemda dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.

“Nanti akan kami pikirkan bersama Pak Gubernur, Pak Bupati, dan akan saya sampaikan ke Mendikdasmen,” janjinya.

Sebelum mengakhiri kunjungan, Tito menyemangati seluruh pihak di sekolah. Ia meminta mereka untuk tetap tabah dan optimis. Targetnya jelas: mempercepat perbaikan agar normalitas segera kembali.

“Sabar, tetap semangat ya, Bu. Kita usahakan secepat mungkin,” pungkasnya memberi harapan.

Dalam kunjungan kerja kali ini, Tito tidak sendirian. Ia didampingi langsung oleh Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, dan Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, menunjukkan keseriusan penanganan pascabencana di tingkat daerah.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar